Teori Penetapan Target oleh Locke bag 2

Locke dan Latham mengajukan 5 prinsip penetapan target. Untuk memotivasi dan meningkatkan produktivitas, target harus memiliki 5 karakteristik sebagai berikut: Kejelasan, Tantangan, Komitmen, Masukan, dan Kompleksitas Tugas.

Apa yang dimaksud oleh prinsip-prinsip ini? Marilah untuk selanjutnya kita bahas poin-poin karakteristik dalam Teori Penetapan Target Locke satu demi satu.

1. Kejelasan

Untuk bisa memberikan motivasi, target harus jelas. Ketika sebuah target jelas, mudah untuk memahami dengan tepat apa yang perlu Anda capai. Jangan sampai target ini masih terbuka untuk diperdebatkan atau diinterpretasi.

Sebaliknya, ketika target tidak jelas dan tidak tepat, sulit untuk mengetahui apakah Anda telah mencapainya.

Perhatikan dua pernyataan berikut. Jika mengacu pada Teori Penetapan Target Locke, menurut Anda target manakah yang lebih baik?

a. Tingkatkan skor kepuasan pelanggan sebesar 15%.

b. Lakukan yang terbaik untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di kuartal ini.

Lalu bagaimana cara menetapkan target yang jelas. Ada sejumlah langkah praktis yang dapat Anda gunakan untuk memandu Anda menetapkan target yang jelas:

Anda bisa menggunakan konsep target SMART. Target SMART adalah:

– Spesifik: Hanya dengan satu fokus per target.

– Measurable: Dapat diukur sehingga Anda tahu kapan Anda mencapainya.

– Achievable: Target harus menantang Anda tetapi masih dapat dicapai.

– Relevan: Target itu penting bagi Anda. Jika Anda bekerja dalam suatu organisasi, Anda perlu memahami bagaimana target Anda juga penting bagi organisasi.

– Time-Bound: Ada tenggat waktu tertentu untuk menyelesaikan target.

Kemudian, pastikan Anda memahami dengan persis bagaimana mengetahui bahwa Anda akan mencapai target. Pastikan pula Anda memiliki pedoman yang dapat digunakan untuk mengetahui sampai seberapa tingkat kemajuan menuju target.

2. Tantangan.

Untuk memotivasi diri, target harus menantang, tetapi jangan terlalu memberatkan.

Sebuah target yang terlalu mudah untuk dicapai tidak akan memotivasi Anda untuk meningkatkan kemampuan dan meningkatkan kinerja. Demikian pula, target yang sekiranya jauh di luar kemampuan juga tidak akan memunculkan motivasi. Ini sebenarnya malah dapat menurunkan motivasi Anda.

Agar sebuah target dapat memotivasi, target itu harus berada pada titik yang tepat antara menantang tetapi tidak terlalu sulit dicapai.

  • Contoh target yang terlalu mudah: Naikkan tingkat konversi pelanggan dari kondisi saat ini.
  • Contoh target yang terlalu menantang: Naikkan tingkat konversi pelanggan sebesar 700%.
  • Contoh target yang tepat: Naikkan tingkat konversi pelanggan sebesar 10%

Cara Menetapkan Target yang Menantang

  • Tanyakan pada diri sendiri dengan jujur ‚Äč‚Äčapakah target Anda terlalu mudah, terlalu menantang, atau cukup menantang.
  • Pikirkan tentang skenario apa yang mungkin akan berdampak memperlambat kemajuan Anda di masa mendatang? Rencana ke depan.Lakukan beberapa perencanaan skenario untuk menentukan bagaimana Anda akan melewati tantangan ini jika muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.