Mengembangkan motivasi ekstrinsik dan intrinsik, selalu menjadi diskusi menarik dalam pengembangan sumber daya manusia di organisasi. Mana yang lebih dipentingkan? lebih efektif dalam merubah perilaku karyawan? Mari kita diskusikan.

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang muncul karena pengaruh dari luar individu, dapat berupa ajakan, suruhan, paksaan dari orang lain yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Sebaliknya motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri untuk melakukan suatu tindakan tanpa ada suatu paksaan dari luar.

Karyawan yang menjadi lebih semangat bekerja karena distimulasi untuk mendapatkan bonus dari perusahaan adalah contoh dari perilaku yang dikendalikan oleh motivasi ekstrinsik.

Karyawan yang bekerja dengan penuh semangat karena kemauan pribadinya untuk beribadah, memberikan kontribusi untuk perusahaan, atau untuk mengembangkan kapasitas dirinya, adalah contoh suatu tindakan yang didasari motivasi intrinsik.

Lebih Baik Mana Motivasi Intrinsik atau Ekstrinsik?

Pertanyaan di atas sebetulnya bersifat provokatif, dan sebagian besar pembaca akan cenderung menganggap motivasi intrinsik lebih baik daripada motivasi ekstrinsik. Berperilaku didasari atas kesadaran diri lebih baik dari pada berperilaku atas dorongan lingkungan atau orang lain.

Orang sering bilang kalau suatu perilaku didorong oleh motivasi ekstrinsik, maka akan cenderung cepat hilang alias dilakukan sesaat saja. Sebaliknya kalau suatu perbuatan didorong oleh motivasi intrinsik, akan cenderung menjadi perilaku yang menetap.

Pendapat di atas absolutely…benar, dan didukung banyak penelitian.

Namun demikian, dari efektifitas penggunaan sumber motivasi intrinsik dan ekstrinsik dapat berbeda bila ditilik dari aspek yang lain.

Hal yang umum saja, aturan-aturan untuk mengatur kepentingan umum, mengenai lalu lintas, perdagangan, hukum pidana, ketatanegaraan lebih banyak menggunakan pendekatan motivasi ekstrinsik. Artinya, negara membuat batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh, beserta sanksinya jika warga melakukan pelanggaran.

Apakah ada negara yang sepanjang jalan umum bebas dari rambu-rambu lalu lintas? Apakah ada sejengkal tanah di muka bumi yang bebas dari aturan hukum lokal, nasional atau internasional?

Di Genting highland saja, yang dibangun di atas bukit untuk melokalisir kegiatan perjudian di negeri jiran, di dalamnya banyak aturan-aturan yang mengikat.

Dari aspek efektifitas merubah perilaku, pembuatan aturan (motivasi ekstrinsik) akan lebih cepat merubah perilaku warga secara instan. Begitu aturan mobil ganjil genap ditetapkan, maka pengendara mobil pun cenderung patuh atau menyesuaikan.

Untuk perubahan perilaku melalui pendekatan menanamkan kesadaran, secara waktu tidak bisa instan, melainkan harus dilakukan sosialisasi secara berkala. Meskipun demikian, perubahan perilaku yang dihasilkan bersifat lebih permanen.

Jadi, dalam penerapannya, efektifitas pendekatan motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik dalam merubah perilaku seseorang sering digunakan secara simultan, dengan prioritas dan penenakanan yang dapat berbeda untuk tujuan yang berbeda.