Motivasi Menurut Teori X dan Teori Y bag 2

Jika sebelumnya kita membahas pengertian teori cetusan McGregor ini, sekarang kita membahas aspek di sekitar Teori X dan Teori Y.

Kekurangan Teori X

Manajemen Teori X jelas akan memunculkan suasana bernuansa penuh hukuman dengan budaya menyalahkan yang kuat. Organisasi juga mengalami diseconomic of scale: seiring pertumbuhan organisasi, jumlah manajer terpusat yang proporsional semakin besar diperlukan untuk menjaga agar karyawan tetap terkendali.

Karya McGregor didasarkan pada Hirarki Kebutuhan Maslow , dan dia mengungkapkan bahwa Teori X hanya memenuhi kebutuhan tingkat rendah, sedangkan Teori Y memenuhi kebutuhan tingkat tinggi. Masalah dengan Teori X kemudian adalah, menurut Maslow, begitu kebutuhan tingkat rendah terpenuhi, tidak ada lagi yang bisa dilakukan di organisasi untuk memenuhi kebutuhan berikutnya. Karyawan yang bekerja di bawah manajer Teori X akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya (uang), dan mencari aktivitas waktu luang di luar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan tingkat tinggi yang belum terpenuhi.

Kekurangan Teori Y

Teori Y didasarkan pada asumsi bahwa jika kita dapat menciptakan lingkungan dan dukungan yang tepat maka karyawan akan bekerja dengan baik di lingkungan organisasi, namun, setiap individu adalah unik dan berbeda dari yang lain, sehingga menciptakan lingkungan yang tepat untuk semua tidak mungkin dilakukan dalam praktiknya. Inilah mengapa terdapat pertimbangan rasa kecocokan saat seorang karyawan ditempatkan di suatu bagian organisasi.

Membandingkan Teori X dan Teori Y

Di bawah ini adalah perbandingan kedua teori jika dipandang dari asumsi dan manajemen kepemimpinan yang kondusif bagi keduanya.

Asumsi

Teori X berasumsi bahwa karyawan pada dasarnya bersifat malas dan akan menghindari pekerjaan jika memungkinkan. Untuk membuat para karyawan bekerja keras, manajemen perlu mengontrol dan memantau mereka. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai dan menghindari tanggung jawab dan selalu ingin diarahkan.

Teori Y berasumsi bahwa karyawan pada dasarnya imajinatif dan kreatif serta dapat belajar menerima dan kemudian mencari tanggung jawab. Dengan kondisi yang tepat karyawan dapat menikmati pekerjaannya. Jika para karyawan termotivasi, mereka akan bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi.

Gaya manajemen

Teori X paling tepat jika menggunakan kepemimpinan Otokratis dan Biasanya digunakan pada pekerjaan produksi tidak terampil. Sedang teori Y paling tepat bila menggunakan kepemimpinan Demokratis alias partisipatif dan diterapkan pada pekerja berpengetahuan.

Teori Y dan Manajemen Proyek

McGregor cenderung berpihak pada Teori Y. Jika Anda percaya hal yang sama, bagaimana Teori Y dapat diterapkan oleh Anda sebagai seorang manajer proyek atau manajer program untuk meningkatkan kinerja tim yang Anda kelola? Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk Dijadikan bahan pemikiran lebih lanjut:

Memperbesar Peran : dengan meningkatkan cakupan peran para anggota tim, Anda menambahkan variasi dan peluang kreatif, untuk memenuhi kebutuhan ego mereka dan dengan demikian secara halus mendorongnya untuk bekerja lebih keras.

Memperbanyak partisipasi : transparan dan mengikutsertakan tim pada semua keputusan besar. Dengan memberi tim pengaruh atas keputusan yang dibuat, Anda mengizinkan para anggota tim menciptakan lingkungan kerja mereka sendiri.

Penetapan Target : mintalah anggota tim menetapkan target mereka sendiri dan mengukur diri mereka sendiri seberapa jauh tingkat pencapaian tim. Praktik ini harusnya mendorong anggota tim untuk menerima keputusan bersama, bertanggung jawab atas suatu otoritas, dan mengasah menghadapi tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.