Bagaimana Lokus Kontrol Mempengaruhi Karir 

Dalam perjalanan meniti karir, membangun usaha, dan mengarungi hidup pada umumnya tidak ada yang namanya jaminan keberhasilan. Pada prosesnya kita akan selalu menemukan hambatan, tantangan, kemunduran, konflik, dan bermacam penghalang. Ketika meraih suatu tujuan sering kita harus bersaing dengan pihak lain, dan ada saatnya kita memenangkan persaingan, ada saatnya kita tersingkir dan gagal meraih tujuan. 

Bagaimana individu, tim, dan organisasi menyikapi kegagalan dapat menjadi faktor krusial dalam menentukan bagaimana mereka melangkah kemudian: Apakah mereka bertumbuh dan berkembang? Atau apakah mereka stagnan atau malah mengalami kemunduran? Ini sering kali bermuara pada pola pikir dan apakah mereka memiliki “lokus kontrol” internal atau eksternal.

Lokus kontrol adalah pemahaman sejauh mana orang merasa bahwa mereka memiliki kendali atas peristiwa yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Ketika kita menyelesaikan masalah dalam hidup kita, apakah kita merasa bahwa kita memiliki kendali atas hasilnya? Atau apakah kita percaya bahwa kita berada di tangan kekuatan luar? Jika kita yakin bahwa kita memiliki kendali atas apa yang terjadi, maka kita memiliki lokus kontrol internal. Jika kita beranggapan bahwa kita tidak mempunyai kemampuan mengubah atas apa yang terjadi dan menunjuk pengaruh eksternal yang menjadi penyebabnya, maka kita memiliki lokus kontrol eksternal.

Beberapa contoh lokus kontrol eksternal dalam situasi kerja antara lain: 

Saya tidak dapat memenuhi tenggat waktu tugas saya karena saya tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari anggota tim lainnya, atau 

Kami tidak memenuhi taarget penjualan kami karena kondisi ekonomi sedang lesu. 

Sebaliknya, seseorang dengan lokus kontrol internal yang dihadapkan pada situasi yang sama akan mengatakan seperti berikut: 

Saya kurang memaksimalkan sumber daya yang saya miliki untuk menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, atau 

Kami gagal memenuhi target karena kurang kreatif untuk menghadapi tantangan iklim ekonomi saat ini. 

Perbedaan dari dua pola pikir yang kontras ini sangat jelas: 

Mereka yang memiliki lokus kendali internal berfokus pada apa yang dapat mereka usahakan, dan itu berarti mereka berusaha untuk meningkatkan sumber daya yang mereka miliki, 

sementara mereka yang memiliki lokus kendali eksternal melihat diri mereka sebagai sosok yang tidak berdaya, dan tidak memiliki kendali atas keberhasilan atau kegagalan, dengan begitu mengapa berusaha mengubah keadaan menjadi lebih baik?

Tetapi meskipun lokus kontrol internal yang kuat akan membantu kita dalam meniti karier kita, percaya bahwa kita memegang kendali penuh bisa menjadi masalah. Lokus kontrol yang terlalu internal dapat membuat kita menilai rendah semua bantuan yang kita terima. Hal ini juga membuat kita terlalu mengandalkan kemampuan kita dan mempersalahkan diri atas situasi yang sesungguhnya di luar kendali kita.

Seringkali, perbedaan antara sukses dan gagal tergantung pada pola pikir. Dua individu atau organisasi yang diberi kemampuan dan sumber daya yang sama dapat mencapai hasil yang sangat berbeda hanya berdasarkan cara pandang mereka terhadap variabel di sekitar dan tingkat kendali mereka atas situasi mereka.

Seperti yang mana Anda bersikap untuk meraih kesuksesan karier Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.