Pembagian Peran dalam Tim Menurut Belbin (4)

Setelah pada bagian sebelumnya kita telah mengetahui pembagian peran pada teori ini, kita lanjutkan pembahasan tema ini pada sub-tema berikutnya.

Pennerapan Permodelan Belbin

Terdapat sejumlah situasi yang mana dinilai tepat ketika menggunakan model Peran Belbin, antara lain:

  • Anda dapat menggunakan model tersebut untuk memastikan Anda memiliki tim yang seimbang sebelum proyek dimulai. Ini bisa berarti menggunakannya sebagai bagian dari proses rekrutmen jika Anda memiliki peran yang perlu Anda isi.
  • Anda dapat menggunakannya untuk alat pengembangan diri agar lebih baik sebagai bagian dari sebuah tim. Ini bisa berarti membuat rencana pengembangan untuk mengatasi kelemahan Anda. Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada individu dengan tim, mereka dapat ditantang atau dilatih untuk menjadi pemain tim yang lebih baik dengan menggunakan model tersebut.
  • Anda bisa menggunakannya untuk mengelola ketidakseimbangan dalam tim yang ada. Ini bisa berlaku untuk apa saja mulai dari induksi anggota tim baru hingga penyelesaian konflik.

Untuk menggunakan permodelan Peran Belbin Anda bisa memulai dengan mengajari tim Anda semua hal tentang teori ini. Selanjutnya minta mereka untuk menilai sendiri peran mana yang mereka yakini sebagai perilaku utama dan sekunder mereka dalam tim.

Saat Anda melihat hasil keseluruhan tim Anda, Anda mungkin menemukan bahwa beberapa anggota tim berbagi peran yang sama. Ini biasa terjadi dalam tim yang melakukan pekerjaan yang sama, misalnya, tim pengembangan software atau website mungkin sebagian besar diisi oleh peran Spesialis, Pembentuk, dan Pekerja Tim. Sebaliknya, tim konsultan manajemen mungkin sebagian besar diisi oleh orang-orang dengan peran Pembentuk.

Beberapa pedoman umum bagi para pemimpin yang perlu menyatukan tim:

  • Ciptakan keseimbangan peran yang baik di seluruh aspek, mengisi tiap peran yang berorientasi pada pemikiran, berorientasi pada tindakan, dan berorientasi pada orang.
  • Atau, pilih orang yang paling cocok untuk proyek tertentu, misalnya, Pemula penyelesai pada proyek dengan tenggat waktu ketat dan banyak detail untuk dikerjakan dengan benar.
  • Cocokkan peran orang-orang dalam tim dengan peran fungsional mereka, misalnya, gunakan Pembentuk dalam posisi pemimpin tim, gunakan penilai untuk memilih bagaimana sesuatu harus dilakukan.
  • Latih tim Anda mengenai teori Peran Belbin untuk menciptakan kesadaran tentang bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain. Tantang setiap anggota tim untuk melakukan satu hal yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.

Sebuah tim bisa dikatakan tidak seimbang jika tidak memiliki perpaduan antara orang-orang yang berorientasi pada pemikiran, berorientasi pada tindakan, dan yang berorientasi pada individu. Pilihan yang perlu dipertimbangkan untuk memperbaiki situasi ini adalah:

  • Apakah masuk akal jika anggota tim baru ditambahkan atau diganti untuk mengimbangi ketidakseimbangan ini? Ini pada dasarnya adalah penambahan tenaga baru untuk membuat segalanya berjalan lebih lancar.
  • Dapatkah anggota tim yang sudah ada mengubah perilakunya dengan sengaja mengadopsi peran yang berbeda?
  • Ketidakseimbangan dalam tim memicu pergesekan antar anggota. Dapatkah satu atau lebih anggota tim meningkatkan cara mereka bekerja sama untuk meredakan gesekan dan menyelesaikan konflik tersebut. Ini dapat dilakukan dengan membuat rencana pengembangan pribadi di sekitar bidang yang dinilai paling lemah.

Penutup

Rumusan Belbin tentang pembagian peran pada sebuah tim mengategorikannya dalam 3 bagian besar, peran berorientasi sebagai pemikir, peran berorientasi pada tindakan, dan peran yang berorientasi pada individu. Dengan memahami dan menggunakan Peran Tim Belbin, Anda dapat meningkatkan perilaku Anda saat menjadi bagian dari tim, dan sebagai pemimpin, Anda dapat meningkatkan cara Anda menyusun dan mengembangkan tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.