Pertanyaan wawancara bertujuan meminta Anda untuk mengungkapkan bagaimana Anda berperilaku dalam situasi tertentu di masa lalu. Tanggapan yang Anda berikan memberikan gambaran pada pewawancara tentang bagaimana Anda merespons situasi serupa di masa depan.

Kesalahan kecil dalam menjawab pertanyaan wawancara SDM ini bisa membuat Anda kehilangan kesempatan atas suatu pekerjaan. Berikut adalah tiga pertanyaan yang harus dipersiapkan.

Berapa gaji yang Anda Harapkan?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul dan paling sulit dijawab. Menanggapi pertanyaan ini Anda dapat merespon sedemikian rupa agar opsi gaji tersebut tetap terbuka untuk Anda. Usahakan agar perusahaan dapat membuka informasi tentang rentang gaji di perusahaan tersebut.

Istilah “Kompetitif” juga dapat digunakan. Hal ini berarti Anda mengharapkan mendapat kompensasi secara adil sesuai standar industry sejenis atau posisi tertentu.

Pewawancara mungkin terus menekan Anda. Tindak lanjut pertanyaan bisa mencakup “Apa arti kompetitif bagi Anda?” Atau “Apa yang Anda buat sekarang?”

Jika Anda merasa harus menyebutkan nominal, pilihlah rentang gaji yang menyediakan ruang negosiasi, dan atau besaran yang wajar berdasarkan nilai pasar di industri dan kota Anda.

Salah satu jawaban yang dapat Anda berikan adalah, “Saya sangat tertarik dengan posisi ini sehingga saya terbuka terhadap tawaran yang kompetitif.”

Sebutkan Kelemahan Anda!
Pewawancara akan menganalisas secara rinci CV Anda. Salah satu hal yang diperhatikan adalah alasan Anda berhenti dari suatu perusahaan. Dugaan yang dapat muncul dalam benak pewawancara adalah Anda tidak puas bekerja di perusahaan sebelumnya atau Anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang terlalu berat untuk Anda. Alasan lain adalah kontrak pekerjaan yang sudah habis, perusahaan gulung tikar, PHK, restrukturisasi, dll.

Jika Anda memiliki alasan yang positif, jelaskan. Jika alasan keluarnya adalah PHK yang tidak terkait dengan kinerja Anda, sampaikan dengan jelas.

Kuncinya adalah untuk menjaga penjelasan Anda tetap segar dan kemudian berusaha untuk mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih positif.

Hindari kesan negative dalam menjawab pertanyaan tersebut, seperti mengeluhkan atasan yang otoriter, rekan kerja yang tidak kooperatif atau lingkungan kerja yang tidak kondusif. Alasan lain yang juga perlu dihindari adalah gaji yang kurang, karir mentok, atau beban kerja yang terlalu berat.

Ceritakan tentang Saat Anda Harus Bekerja dengan Seseorang yang Tidak Kooperatif!

Pertanyaan wawancara SDM ini dirancang untuk menguji kemampuan Anda dalam menangani konflik dan bekerja dengan orang yang memiliki kepribadian yang berbeda. Pertanyaan ini menempatkan Anda dalam posisi agak memaksa untuk berbicara tentang seseorang yang pernah berkonflik dengan Anda.

Anda harus menjawab pertanyaan ini secara diplomatis dan hindari kesan negative yang dapat ditangkap oleh pewawancara dari bahasa tubuh Anda. Cobalah untuk mengingat situasi di mana Anda berhasil menjaga hubungan yang positif dengan rekan kerja, manajer, klien, atau mitra kerja yang sulit. Dengan menjawab pertanyaan Wawancara SDM ini dengan cerdas, dapat membantu pewawancara melihat profesionalisme dan kemampuan Anda untuk tetap tenang di bawah tekanan.

Kemampuan Anda untuk menjawab pertanyaan wawancara akan menentukan keberhasilan dalam mendapatkan pekerjaan yang Anda impikan.