Mempertahankan Motivasi Karyawan Menggunakan Teori Ekuitas bag 3

Pada bagian ini kita akan membahas sisi praktis dari teori ini. Anda dapat mengidentifikasi Teori Ekuitas di tempat kerja dengan mendengarkan ungkapan yang digunakan seseorang dalam percakapan. Yaitu ketika seorang individu membandingkan peran yang ia lakukan terhadap orang lain yang menerima gaji lebih besar dari dirinya. Teori ekuitas berperan ketika individu mengatakan hal-hal seperti:

  • Dia berpenghasilan lebih dari saya, tetapi tidak melakukan banyak pekerjaan!
  • Saya dibayar jauh lebih sedikit daripada dia, tetapi tempat ini bakalan berantakan tanpa saya!
  • Tahukah Anda bahwa orang baru itu mendapatkan gaji lebih banyak dan bekerja lebih sedikit! Bagaimana itu disebut adil?

Seperti yang Anda lihat, dalam setiap contoh ini seseorang membandingkan kompensasi dan usahanya dengan usaha orang lain. Meskipun membandingkan kompensasi adalah pembanding yang paling umum, bentuk perbandingan lain yang khas termasuk membandingkan peluang belajar atau peluang promosi.

Jika Anda bertanggung jawab atas sebuah tim, maka poin-poin penting yang harus Anda ingat adalah:

Kebanyakan orang mengukur total semua kontribusinya terhadap total semua hasil. Ini bisa berarti bahwa seseorang yang sudah berkeluarga dan ingin memiliki waktu khusus untuk keluarganya dapat menerima jam kerja yang fleksibel dengan imbalan upah yang lebih rendah.

Nilai-nilai individu akan digunakan ketika mereka mengukur keadilan. Jadi dua karyawan yang identik dengan gaji yang sama mungkin masing-masing melihat keadilan situasi mereka secara berbeda. Persepsi juga bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.Seni menjadi manajer yang baik adalah mengelola harapan-harapan ini dan memengaruhi nilai-nilai itu.

Meskipun dapat dimengerti bahwa pada umumnya staf senior mendapatkan penghasilan lebih banyak, itu ada batasannya, dan gaji yang berlebihan untuk jajaran pimpinan senior dapat menurunkan motivasi.

Karyawan percaya bahwa jika ia diberi kompensasi yang berlebih dapat meningkatkan usahanya.

Hal lain yang harus diperhatikan para manajer adalah pilihan yang tersedia bagi mereka untuk mengurangi ketimpangan, di antaranya:

  • Mengubah kontribusi atau hasil individu.
  • Ubah kontribusi atau hasil orang lain.
  • Ubah persepsi kontribusi dan hasil.

Intinya, Teori Motivasi Ekuitas mengungkapkan bahwa tingkat motivasi karyawan yang tinggi di tempat kerja hanya dapat dicapai ketika setiap karyawan merasakan perlakuan yang adil relatif terhadap orang lain. Karyawan akan membandingkan dirinya dengan kelompok lain baik di dalam maupun di luar organisasi. Dalam melakukannya, karyawan akan membandingkan total semua kontribusinya terhadap total semua hasil. Jika ia merasakan ketidakadilan, ia akan menyesuaikan kontribusinya untuk mengimbangi, bekerja lebih banyak atau lebih sedikit, tergantung pada apakah situasi mereka positif atau negatif relatif terhadap kelompok atau orang yang dibandingkan.

Dengan mengenali ungkapan-ungkapan yang digunakan karyawan ketika teori keadilan sedang diterapkan di tempat kerja dapat menjadi langkah penting dalam menciptakan tim berkinerja tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.