Menyampaikan Kritik Konstruktif Kepada Karyawan

Apakah di organisasi Anda rutin mengadakan sesi peninjauan kinerja karyawan? Setiap minggu, bulan, kuartal? Sesi peninjauan atau evaluasi kinerja karyawan adalah waktunya manajer bekerja bersama karyawan untuk melacak proses pengembangan karir karyawan. Ini adalah saat yang menegangkan karena karyawan tentu akan berharap dirinya tidak terlalu banyak mendapat komentar negatif dari manajer. Terlepas dari adanya perasaan takut tersebut, kritik yang membangun sangat penting dalam membantu karyawan untuk memahami apa yang kurang tepat ia lakukan dalam pekerjaannya dan bagaimana memperbaikinya. Memahami cara menyampaikan kritik yang membangun dapat membantu pesan tersampaikan kepada karyawan secara lebih efektif.

Pada kesempatan ini, kami menawarkan beberapa kiat bagi Anda, sebagai seorang manajer, ketika melangsungkan sesi dialog peninjauan kinerja karyawan Anda.

Mengajukan pertanyaan

Salah satu cara untuk membantu menyampaikan kritik yang membangun adalah dengan menanyakan perasaan karyawan tersebut tentang kinerjanya di bidang yang menurut Anda perlu ditingkatkan. Anda bisa memulai percakapan dengan menanyakan kepada karyawan apakah dia telah merasa melakukan pekerjaannya dengan baik, atau apakah dia berpikir bahwa terdapat beberapa perbaikan masih bisa dilakukan. Dengan menyarankan perbaikan pada apa yang telah dikatakan karyawan barusan, Anda dapat membantu membuat karyawan paham di mana kelemahannya dan bagaimana cara memperbaikinya.
Misalnya, jika karyawan tersebut mengatakan bahwa riset yang telah ia lakukan untuk proyek terakhir sudah menyeluruh, maka Anda bisa setuju dengan itu. Tetapi Anda kemudian dapat menunjukkan bahwa informasi yang disajikan memang menyeluruh, tetapi tidak selalu mencakup topik yang diperlukan dalam pelaporan proyek.

Menggali Alasan

Dalam beberapa kasus, seorang karyawan mungkin memiliki alasan tertentu yang mendasari performanya yang buruk. Jika Anda merasa bahwa karyawan tersebut memiliki bakat dan kemampuan untuk melakukan pekerjaannya, maka akan lebih baik bila Anda mengungkap alasan sebenarnya mengapa kinerjanya yang ia tunjukkan menjadi berkurang. Diskusikan masalah kinerja dengan karyawan dan kemudian tanyakan apakah ada masalah pribadi yang dapat menyebabkan hasil kerja yang kurang. Kritik yang membangun tidak akan efektif jika tidak berusaha untuk sampai ke inti masalah dan menawarkan saran tentang cara memecahkan masalah.

Mencampurnya Dengan Pujian

Ketika Anda menggabungkan kritik membangun dengan apresiasi positif mengenai performanya, akan lebih mudah bagi karyawan untuk menerima kritik dan bersedia mendiskusikan program yang paling tepat untuk memecahkan masalahnya.
Misalnya, jika Anda memberi tahu seorang karyawan bahwa dia memiliki keterampilan layanan pelanggan yang sangat baik yang membantu mempertahankan klien penting, maka akan lebih mudah baginya untuk memahami mengapa dia perlu meningkatkan keterampilan mengoperasikan perangkat lunak sistem informasi manajemen pelanggan yang baru digunakan perusahaan. Karena ini diperlukan agar bisa mendokumentasikan aktivitasnya dengan lebih baik.

Target atau Tujuan

Salah satu bagian dari menyampaikan kritik yang membangun adalah membuat karyawan memahami bagaimana kinerjanya yang buruk di beberapa bidang memengaruhi kemampuannya untuk maju bersama perusahaan. Diskusikan bersama tentang target profesionalitas karyawan dengannya, dan kemudian jelaskan bagaimana memperbaiki masalah kinerja tertentu akan lebih membantu dia untuk mencapai tujuan tersebut. Ketika kritik yang membangun dilatarbelakangi pengembangan karir seorang karyawan, kritik tersebut akan ia hargai sebagai nasihat karir yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.