Pembiasaan Kedisiplinan yang Konsisten oleh Jim Collins (1)

Setiap Tahun Baru, jutaan orang menetapkan resolusi Tahun Baru untuk diri mereka sendiri. Sebagian contoh resolusi ini antara lain makan makanan yang lebih menyehatkan, menabung lebih banyajk, berolahraga lebih banyak, menurunkan berat badan, belajar bahasa asing, atau menjadi lebih sukses.

Tujuan ini didasari oleh niat yang baik tetapi pada 1 Februari, hampir semua kita telah menyerah pada resolusi kita. Kita kebanyakan merasa telah gagal.

Kenapa ini sering kali terjadi? Untuk hal ini, perlu diketahui bahwa perubahan skala besar sangat sulit.

Mengapa mengubah segalanya itu sulit?

Misalkan resolusi Tahun Baru Anda adalah menurunkan berat badan melalui kombinasi diet sehat yang ketat dan melakukan beberapa olahraga setiap hari. Berikut adalah bagaimana pola khas yang terbentuk pada minggu pertama kegiatan Anda sehubungan dengan resolusi tersebut:

  • Hari pertama: 1 Januari. Rasanya luar biasa ketika menjalani program diet yang baru Anda canangkan setelah menghabiskan liburan panjang akhir tahun. Olah raga hari ini cukup melelahkan dan terasa berat tetapi Anda menikmatinya.
  • Hari kedua: Latihan olah raganya terasa lebih sulit dari kemarin karena otot-otot Anda masih sakit tetapi Anda terus berusaha. Jadi secara keseluruhan ini adalah hari yang baik.
  • Hari ketiga: Segalanya semakin sulit tetapi Anda berhasil. Lumayanlah! Antusiasme awal Anda memudar. Tubuh Anda tidak terbiasa dengan makanan sehat untuk diet dan Anda mendambakan makanan lezat yang seperti biasa. Hari ini hujan pula, membuat aktifitas keluar dari kamar tidur untuk berolahraga menjadi seperti akan terjun ke peperangan.
  • Hari keenam: Hari ini adalah hari Sabtu. Anda mengalami minggu yang berat di tempat kerja. Anda merasa layak mendapatkan sedikit hadiah setelah pekan yang berat. Jadi hari ini, Anda tidak berolahraga dan makan makanan yang tidak sehat. Anda berjanji untuk melakukan yang lebih baik besok.

Pola membuat satu hari sebagai hari libur dan mencoba menebusnya pada hari berikutnya berlanjut selama beberapa minggu. Setelah itu Anda merasa tersiksa karena pergulatan emosional demi mencoba tetap berada di jalur resolusi. Hingga pada akhirnya Anda menyerah.

Apakah pola ini begitu familiar bagi Anda?

Pendekatan yang lebih baik mungkin dengan sarapan dan makan siang sehat setiap hari serta berjalan pagi selama 10 menit setiap hari, apapun yang terjadi. Ini mungkin tidak memberi Anda hasil instan yang sama seperti cara diet yang dramatis, tetapi ini akan menjadi cara yang dapat Anda pertahankan dan akan membuahkan hasil jangka panjang yang lebih baik.

Pendekatan kedua inilah yang dimaksud dengan disiplin. Melakukan satu aktifitas hari demi hari dalam jangka panjang tidak peduli apa yang terjadi.

Di sinilah sebuah konsep muncul. 20 Mile March adalah sebuah konsep yang diperkenalkan dalam buku Built to Last, oleh Jim Collins. Bagaimana kedisiplinan menurut konsep ini?

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.