Model Perubahan Satir bag 2

Pada bagian sebelumnyya, kami jelaskan bahwa Model perubahan Satir dimulai oleh fase Status quo terdahulu lalu berlanjut ke fase Penolakan. Melanjutkan pembahasan tema ini dan agar lebih memberikan kemudahan, berikut ini kami berikan satu contoh fase penolakan. 

Bayangkan sebuah organisasi di bidang teknologi yang mengontrak konsultan untuk mengaudit seberapa efisien timnya bekerja. Mereka melakukan ini karena menyadari jika timnya berinovasi lebih lambat daripada pesaing.

Selama pekerjaan ini, konsultan mengidentifikasi banyak potensi peningkatan kinerja, tetapi itu memerlukan perubahan cara kerja tim besar-besaran.

Perubahan ini tampak menakutkan sehingga tim, termasuk manajemennya, mencoba mengabaikannya. Mereka mencoba mengabaikannya dengan mengatakan bahwa perubahan itu terlalu besar, rumit, dan mengganggu jika diterapkan. Mereka lebih menginginkan beberapa perubahan yang lebih mudah dan tidak terlalu sulit.

3. Kekacauan

Jika unsur asing mendapatkan bobot kritis, itu berarti perubahan akan terjadi, dan organisasi memasuki fase kekacauan atau “chaos”.

Tiba-tiba, situasi bukan lagi bisnis seperti biasa dan Anda seolah berada di wilayah yang sama sekali baru serta asing. Cara kerja lama tidak lagi membuahkan hasil. Hubungan lama rusak. Cara lama dalam melakukan sesuatu tidak lagi sesuai.

Performa Anda menurun. Begitu juga kinerja orang-orang di sekitar Anda yang juga mengalami kekacauan yang sama.

Selama fase kekacauan, Anda merasa stres, bingung, rentan, takut, dan bahkan terkadang rasa panik.

Karena perasaan-perasaan ini, Anda mungkin mundur ke tugas-tugas sepele yang biasa, mengabaikan kekacauan di sekitar, menarik diri sepenuhnya, atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Perasaan panik dapat menyebabkan Anda mencari solusi cepat. Misalnya, ancaman perubahan organisasi mungkin membuat Anda berpikir untuk melepaskan segalanya, pindah ke desa, dan memulai belajar bertani organik! Hal ini terjadi karena Anda putus asa saat mencari solusi atas kekacauan tersebut. Secara bertolak belakang, keputusasaan ini dapat memunculkan  gagasan kreatif.

Manajer yang bertanggung jawab atas tim harus memiliki asumsi produktivitas timnya akan menurun secara dramatis selama periode ini. Manajer harus membantu anggota tim menyadari perasaan anak buahnya dan menjangkau lingkaran yang dapat mendukung mereka. Manajer juga harus membantu timnya untuk memahami bahwa perasaan ini normal dan tidak ada solusi ajaib yang bisa memperbaiki kondisi dengan cepat.

4. Integrasi

Selama fase kekacauan, Anda menciptakan banyak ide. Akhirnya, salah satu ide ini akan menjadi Ide Transformasi.

Ide transformasi adalah ide yang membantu Anda memahami unsur asing, atau setidaknya memungkinkan Anda mengatasi berbagai masalah di seputar unsur asing.

Sebuah ide transformasi memberi Anda jalan keluar dari kekacauan. 

Itu membuka peluang untuk melihat apa yang perlu Anda lakukan agar bisa bergerak maju.

Bagian terpenting fase ini adalah bagaimana dapat melihat unsur asing dapat menguntungkan Anda melalui ide transformasi. Ide transformasi membuat Anda bersemangat.

Anda mulai mencoba cara kerja baru, dan membentuk hubungan baru. Performa Anda meningkat secara dramatis saat Anda memperoleh keterampilan baru dan dengan cepat meningkatkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.