Empat Belas Poin Deming (3)

Poin-poin yang membicarakan berbagai langkah perbaikan kualitas proses dalam organisasi ini kami jabarkan dalam beberapa bagian, dan Ini merupakan kelanjutan dari penjabaran poin-poin sebelumnya.

5 . Tingkatkan Terus dan Lakukan Selamanya

Perbaikan terus-menerus bukanlah sesuatu yang hanya perlu Anda kerjakan saat kondisi dirasa nyaman. Anda harus berkomitmen melakukan perbaikan terus-menerus selalu dan selamanya.

Alih-alih bereaksi ketika terjadi kesalahan, lakukan investasi dengan mengadakan perbaikan berkelanjutan supaya tercapai sebuah konsistensi peningkatan kualitas produk dan proses Anda.

Deming membuat konsep Siklus PDCA yang bisa digunakan oleh organisasi apapun agar dapat terus berkembang. Penjelasan lebih lengkap tentang konsep siklus tersebut dapat Anda baca pada situs ini. Jika Anda menggunakan siklus ini, maka seiring waktu, kualitas produk Anda akan meningkat, kepuasan pelanggan Anda akan meningkat, pengeluaran Anda akan berkurang, dan pada akhirnya bisnis Anda akan berkembang.

Contoh:

Bayangkan Anda adalah seorang manajer senior di sebuah perusahaan teknologi online yang cukup besar. Penyelesaian transaksi yang terselip, mengganti kabel server yang terputus, pemadaman sebuah kebakaran kecil dan berbagai jenis reaksi terhadap masalah yang muncul lainnya bukanlah perbaikan terus-menerus; itu hanya memperbaiki sesuatu dan mengembalikannya ke tempat yang seharusnya.

Anda perlu memutuskan untuk berinvestasi di PDCA dan setiap minggu melakukan perbaikan pada produk dan proses Anda, seperti: memperbaiki cara memilih pemasok, memperbaiki proses perekrutan staf, meningkatkan kinerja dan kenyamanan penggunaan perangkat lunak, memperbaiki proses pengembangan perangkat lunak itu sendiri, dan memperbaiki kualitas pelatihan orientasi anggota tim baru.

6. Melembagakan Pelatihan Kerja

Tanpa pelatihan yang memadai, Anda menyia-nyiakan kemampuan karyawan Anda. Tidak hanya itu, Anda membuat para karyawan itu merasa kurang memiliki kebanggaan terhadap pekerjaan mereka. Padahal para karyawan itu bisa melakukan hal-hal yang luar biasa jika diberi kesempatan; apalagi bila itu disertai dengan rasa bangga dengan apa yang ia lakukan.

Latihlah para karyawan demi mencapai konsistensi guna membantu mengurangi variasi.
Pelatihan ini diperlukan untuk mendorong para karyawan agar semakin memahami gambaran besar dan alasan mengapa sangat penting untuk terus memperbaiki proses. Menyediakan lingkungan kerja yang mana para staf bisa saling belajar di antara satu sama lain. Beranjak dari budaya saling menyalahkan menuju budaya yang di dalamnya berisi orang-orang yang saling bekerja sama meningkatkan kualitas.

Contoh:

Bayangkan Anda menjalankan sebuah perusahaan rintisan kecil yang diisi oleh 20 karyawan. Pada suatu kesempatan, Anda melakukan rekrutmen dan memperkerjakan orang ke-21. Ketika memulai masa-masa awal kerja, Anda memperkenalkan karyawan tersebut kepada tim dan mengharapkan mereka untuk segera berdiri dan berjalan.

Akan lebih baik jika:

  • Anda menetapkan tanggung jawab pekerjaan yang jelas.
  • Anda mendefinisikan seperti apa kualitas pekerjaan yang baik.
  • Anda memiliki proses standar yang dapat mereka ikuti.
  • dan Anda memberi mereka pelatihan orientasi lengkap.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.