Memaksimalkan Tim yang Sudah Ada

Tim yang kuat sangat penting. Tidak peduli seberapa bagus proses dan metodologi Anda, jika Anda memiliki tim yang disfungsional, Anda tidak akan berhasil. Idealnya, Anda dapat membangun tim dari awal, dengan orang-orang yang Anda percayai, mempertimbangkan keseimbangan kepribadian dengan keterampilan yang berbeda.

Tapi bagaimana jika Anda tidak bisa memilih? Mungkin Anda baru ditugasi mengelola program yang sudah berada di tengah perjalanan, atau Anda bekerja pada sebuah organisasi di mana Anda harus menerima apa yang sudah ada.

lalu apa yang harus Anda lakukan? Dengan asumsi tidak mungkin menghentikan program sampai Anda berhasil mencapai target yang sudah dicanangkan, berikut adalah beberapa tip untuk memaksimalkan tim yang baru Anda dapatkan:

Mendorong rasa memiliki

Biarkan tim melanjutkan rencana program. Peran Anda adalah sebagai fasilitator dan pemandu, memasukkan pengetahuan bisnis Anda sebagaimana mestinya. Bila diperlukan perubahan rencana, libatkan tim dalam pembuatan tencana baru itu. Dengan begitu, mereka secara alami merasa lebih memiliki, karena mereka sedang membangun rencana yang mereka yakini. Ini semakin menumbuhkan harapan dalam tim.

Berikan tanggung jawab yang sangat jelas + tenggat waktu

Individu perlu segera mengetahui apa yang Anda harapkan dari mereka dengan memberikan tugas dan tenggat waktu yang sangat jelas. Meskipun individu itu tidak melakukan tugas secara langsung, mereka bertanggung jawab mengawasinya dan melaporkannya. Buatlah daftar tugas, dan distribusikan ke tim secara teratur. Jika ada tugas yang terhambat, tanyakan alasannya, dan tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu.

Komunikasi dua arah

Ingatlah bahwa tim Anda adalah pemangku kepentingan utama dalam program ini, jadi selalu sertakan masukan mereka ke dalam keputusan penting. Jangan pernah membuat perubahan program besar tanpa mendapatkan masukan dari tim. Mereka pada akhirnya akan bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan program, sehingga mereka harus memiliki masukan dalam pengambilan keputusan program. Pastikan Anda mendapatkan komitmen dari tim sebelum Anda melakukan konsensus jika ada perubahan besar. Jika Anda tidak bisa mendapatkan konsensus maka setidaknya pastikan semua orang mengerti mengapa pendekatan berbeda diambil.

Memimpin dengan memberi contoh

Bersiaplah untuk mengambil tindakan sendiri. Tunjukkan kepada tim bahwa Anda sejalan dengan mereka. Bukalah penghalang dan bersihkan jalan sehingga tim dapat melangkah secepat mungkin. Jika Anda menunjukkan kerja keras demi membuat program ini sukses, maka kemungkinan besar tim akan melakukan hal yang sama.

Kiat-kiat ini berguna jika Anda bergabung dengan tim baru.
Tetapi bagaimana jika Anda telah memimpin tim untuk beberapa waktu hingga Anda menyadari bahwa ada yang salah.
Dalam hal ini mungkin sudah terlambat untuk menggunakan langkah-langkah yang disebutkan di atas. Sebuah ide yang baik untuk mengakui bahwa Anda telah gagal karena tidak menemukan masalahnya sejak awal, dan mengakui bahwa Anda memerlukan bantuan dari luar.

Salah satu caranya adalah dengan mendatangkan fasilitator. Pertimbangkan untuk mendapatkan fasilitator eksternal yang berpengalaman dalam menyatukan tim. Kehadiran sosok baru dalam tim mengubah dinamika. Karena semua individu tidak ada yang mau dilihat sebagai penghambat tim.

Fasilitator dapat membantu Anda mengungkapkan masalah dan memulai perjalanan untuk mengembalikan tim ke jalur yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.