Strategi Red Ocean (bag 1)

Untuk memahami strategi red ocean, kita akan memulai dengan mendefinisikan strategi blue ocean. Strategi Blue Ocean adalah strategi menciptakan ruang pasar (atau kategori pasar) yang benar-benar baru. Ruang pasar baru ini diciptakan dengan meluncurkan penawaran baru, sehingga di pasar itu tidak terjadi persaingan, maka organisasi dapat tumbuh, tidak memiliki pesaing, setidaknya pada awalnya.

Jika organisassi berhasil memperkenalkan produk baru kepada pasar baru, itu perumpamaannya seperti sebuah kapal yang mengarungi lautan biru yang tenang, damai, dan menyenangkan untuk dijelajahi.

Blue Oceans dapat dianggap sebagai pasar yang belum pernah ada. Oven microwave menjadi blue ocean di tahun 1970-an. Sebaliknya, Red Oceans dapat dianggap sebagai pasar yang ada saat ini. Jadi, pembuat oven microwave jelas berada dalam kondisi pasar blue ocean pada tahun 1970-an, hari ini mereka jelas berada dalam pasar red ocean.

Dengan demikian, kondisi Red Oceans sudah memiliki sejumlah pesaing. Anda dapat membayangkan warna merah yang digunakan dalam istilah red ocean mewakili pertumpahan darah yang sering kali terjadi dalam pasar yang sangat kompetitif. Red Ocean Strategy adalah strategi yang bertujuan untuk melawan dan mengalahkan para pesaing. Strategi red ocean memiliki karakteristik umum sebagai berikut:

  • Strategi ini fokus bersaing di pasar yang sudah ada.
  • Strategi ini berfokus untuk memenangkan persaingan.
  • Strategi ini terfokus pada kompromi antara nilai atau biaya. Kompromi nilai atau biaya adalah pandangan bahwa perusahaan memiliki pilihan antara melakukan diferensiasi dan menciptakan nilai lebih bagi pelanggan tetapi dengan biaya lebih tinggi, atau nilai wajar bagi pelanggan dengan biaya lebih rendah. Sebaliknya, perusahaan yang mencoba strategi blue ocean bertujuan untuk menciptakan nilai tinggi dan pada saat yang sama berbiaya rendah.
  • Strategi ini berfokus pada pemanfaatan permintaan yang ada.
  • Strategi ini berfokus pada eksekusi (pemasaran yang lebih baik, basis biaya yang lebih rendah, dsb).

Strategi red ocean pada akhirnya akan membuat organisasi harus memilih salah satu di antara dua strategi – diferensiasi dan menciptakan nilai lebih atau mengejar biaya rendah. Apapun yang dipilih, organisasi harus menyelaraskan semua kegiatannya dengan salah satu arah strategis ini.

Contoh yang baik dari Red Ocean Strategy adalah operator maskapai penerbangan Eropa Ryanair atau Southwest dari amerika. Mereka bersaing dengan sangat sukses di red ocean yang sudah jenuh dalam bisnis penerbangan jarak pendek. Strategi mereka difokuskan pada penyediaan maskapai penerbangan murah tanpa banyak fasilitas tambahan. Dua perusahaan penerbangan ini dapat mencapai biaya rendah dengan melalui banyak metode. Menggunakan bandara sekunder yang lebih jauh dari kota daripada bandara utama, hanya menerima pemesanan online dan check-in, serta mengharuskan pelanggan membayar semua fasilitas tambahan adalah beberapa metode dari sekian banyak metode lainnya. Sebenarnya layanan maskapai ini tidak terlalu berbeda dari maskapai lain, tetapi lebih murah.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.