Berbagai Hal yang Menjadi Prioritas Manajemen SDM

Manajemen SDM menjadi bagian penting dari sebuah organisasi dan bidang tanggung jawabnya juga sangat luas. Memang bidang pekerjaan utamanya adalah personalia, namun dalam operasionalnya manajemen SDM juga harus memperhatikan bidang lainnya. Di era bisnis yang semakin dinamis, manajemen SDM mengalami perbedaan fungsi jika dibanding masa sebelumnya. Berikut ini adalah lima prioritas masalah yang ditangani manajemen SDM.

1. Kontribusi dan Retensi Karyawan

penyebab utama stres bagi karyawan adalah ekspektasi organisasi yang tidak jelas. Jika perusahaan bisa mengurangi stres dengan memberikan ekspektasi yang jelas di awal, perusahaan bisa membuat perbedaan besar. Perusahaan bisa mulai dengan menjalankan melalui orientasi, kemudian memperbarui deskripsi pekerjaan dan melatih manajer tentang cara menetapkan tujuan dan menindaklanjutinya.

Beberapa praktik yang bisa ditempuh perusahaan misalnya, memberikan kesempatan belajar, meminta saran perbaikan, memberikan apresiasi yang sering dan dipersonalisasi, berusaha membangun transparansi dan keterbukaan, serta menunjukkan kepedulian terhadap pikiran mereka.

2. Perekrutan Bakat

Sebagian besar orang ketika ditanya apakah ia ingin disebut sebagai yang terbaik, jawabannya tentu saja iya. Bagi setiap pencari kerja pastilah ingin menjadi bagian dari sebuah organisasi yang memiliki brand yang unggul. Memiliki rekrutan yang tepat adalah cara sebuah perusahaan agar bisa mencapai tujuannya. Di era digital banyak platform yang bisa digunakan perusahaan untuk mencari bakat yang mereka butuhkan sekaligus bisa digunakan untuk membangun brand. Platform itu antara lain: LinkedIn, Instagram, Facebook, Kamar Dagang dan Industri, Video Youtube, Blog, Video profil perusahaan, dan sebagainya.

3. Kepemimpinan dan Pengarahan

Kompetensi yang dimiliki HRD tentang perilaku bisa dimanfaatkan untuk mengetahui bagaimana menjadi pemikir strategis yang baik dan mengarahkan kepemimpinan. HRD memiliki kompetensi untuk memahami bagaimana dua individu yang berkualifikasi identik dapat memiliki pengaruh yang berbeda dalam organisasi.

Manajemen SDM harus memahami mengapa sebuah -strategi bisnis dijalankan. Mereka harus tahu tujuan spesifiknya. Bagaimana perusahaan melakukannya? Orang macam apa yang harus direkrut?

Mereka bisa mengGunakan rumus GROW (Goal, Reality, Options, dan Way forward). Apa tujuan kita, apa kenyataannya, pilihan apa yang kita miliki, dan bagaimana kita menerapkannya?

4. Komunikasi

Komunikasi adalah segala sesuatu mulai dari pesan individu hingga menerjemahkan informasi organisasi untuk disampaikan kepada semua karyawan. Mendengarkan juga merupakan bagian dari aspek komunikasi yang pentingKetika komunikasi terhambat, organisasi tidak dapat berfungsi dengan baik. Terdapat beberapa praktik komunikasi, antara lain: Pertemuan semua personel, Kompetisi, Makan siang sambil belajar, Metode orientasi yang efektif, dsb.

Kecerdasan emosional dan penilaian perilaku dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai cara orang berkomunikasi dan mendidik rekan kerja tentang bagaimana berkomunikasi. Terdapat beberapa pendekatan ketika orang berkomunikasi, yaitu: lebih dominan, analitik, introspektif dan responsif, agresif, atau kompetitif.

5. Strategi Bisnis

Pengetahuan tentang bagaimana cara seseorang atau institusi menjalankan bisnisnya adalah salah satu hal yang harus diketahui manajemen SDM. Permasalahan terpenting hal ini adalah tentang bagaimana menyelaraskan program SDM dengan tujuan organisasi. Organisasi tidak bisa berfungsi bila tidak ada keselarasan antara program SDM dan program bisnis. Beberapa fungsi bisnis yang harus diketahui oleh manajer SDM antara lain:

Tujuan strategis, Strategi organisasi, Mengidentifikasi pemangku kepentingan, Bagaimana perusahaan menghasilkan keuntungan, Lingkungan politik, Lingkungan sosial budaya, Tren industri, Tren ekonomi, Lingkungan hukum, Dan masih ada beberapa daftar yang lain. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.