Kepemimpinan Situasional (2)

Empat gaya kepemimpinan situasional

Gaya kepemimpinan yang tepat sangat bergantung pada tingkat kedewasaan (yaitu, tingkat pengetahuan dan kompetensi) individu atau kelompok.

Teori Hersey dan Blanchard mengidentifikasi empat tingkat kedewasaan yang berbeda, antara lain:

Tingkat kedewasaan pertama: Anggota kelompok kurang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk menyelesaikan tugas.

Tingkat kedewasaan kedua: Anggota kelompok mau dan antusias, tetapi tidak memiliki kemampuan.

Tingkat kedewasaan ketiga: Anggota kelompok memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas, tetapi kekurangan komitmen.

Tingkat kedewasaan keempat: Anggota kelompok sangat terampil dan bersedia menyelesaikan tugas.

Terdapat empat gaya kepemimpinan yang dapat Anda terapkan tergantung pada konteks kondisi orang yang Anda kelola.

1. Kepemimpinan yang Mengarahkan

Gaya pertama adalah gaya kepemimpinan situasional mengarahkan, bisa disebut pula dengan kepemimpinan gaya membimbing atau kepemimpinan gaya menuntun. Gaya kepemimpinan ini paling efektif ketika anggota tim membutuhkan pengawasan ketat oleh Anda sebagai pemimpin, baik karena mereka tidak berpengalaman atau karena mereka memiliki komitmen yang rendah terhadap tugasnya.

Misalnya, beberapa rekrutan baru pemasaran masuk ke dalam tim yang sudah ada dan memiliki sedikit pengalaman dalam hal pengiriman email penawaran kepada calon klien. Mereka tampaknya tidak percaya diri untuk menangani tugasnya sendiri karena ini adalah tugas pengiriman pertama bagi mereka. Jadi Anda menggunakan gaya kepemimpinan situasional yang mengarahkan. Anda memberi bimbingan pada mereka melalui setiap langkah dan memastikan mereka tidak membuat kesalahan. Dalam pola komunikasi, Anda cenderung lebih aktif memberi petunjuk daripada sebagai pendengar.

2. Kepemimpinan Pembinaan

Gaya kedua adalah gaya kepemimpinan situasional pembinaan, juga dikenal sebagai kepemimpinan gaya pelatih atau kepemimpinan gaya eksplanatori. Gaya kepemimpinan situasional ini paling efektif untuk pemula yang antusias, karena Anda dapat memberikan bimbingan tanpa memerlukan pengawasan yang ketat.

Contoh: Beberapa anggota tim yang baru ingin sekali mendapatkan pengalaman dalam hal pemasaran melalui media sosial, meskipun mereka belum pernah bekerja di bidang ini sebelumnya. Meskipun mereka memiliki pengalaman yang terbatas, Anda mengizinkan mereka untuk mengerjakan tugas pemasaran tersebut. Sesudah memberi penjelasan secukupnya, Anda memantau kerja mereka. Anda membiarkan mereka mencari pengalaman sendiri sambil sesekali memberi masukan saat mereka memintanya. Dalam pola komunikasi, Anda aktif memberi petunjuk karena mereka masih baru, Namun juga sekaligus aktif sebagai pendengar demi mengimbangi keinginan belajar mereka. Anda kemudian memberi mereka umpan balik kinerja setelah tugas selesai.

3. Kepemimpinan Suportif

Gaya ketiga adalah gaya kepemimpinan situasional pendukung, bisa disebut juga sebagai kepemimpinan gaya partisipasi atau kepemimpinan yang memfasilitasi. Gunakan gaya kepemimpinan ini jika anggota tim Anda memiliki keterampilan yang diperlukan tetapi kurang kepercayaan diri atau motivasi dalam menjalankan tugasnya. Sebagai pemimpin, Anda dapat mengajukan pertanyaan terbuka kepada anak buah yang bersangkutan agar bisa memahami masalah dan membantu menemukan solusi.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.