Menyampaikan Pidato yang Menggugah Tim Anda (1)

Sebagai seorang pemilik usaha, manajer tim, atau katakanlah pimpinan organisasi secara umum, Anda memiliki sensitifitas terhadap tanda-tanda keresahan yang dirasakan para staf. Tanda-tandanya mungkin terlihat dalam kualitas pekerjaan mereka, walau masih tergolong bagus, tetapi tidak sesuai dengan standar mereka yang biasa. Atau tanda-tandanya mungkin terlihat jelas di tumpukan berkas yang teronggok di meja mereka. Mengapa tumpukan berkas itu seolah tak tersentuh di situ? Atau – terkadang yang terburuk, mungkin Anda mendeteksi tanda-tandanya dalam nada putus asa dari sepotong komentar yang Anda curi dengar di selasar kantor.

Apapun tanda-tanda yang terpantau oleh pengamatan Anda, menurut hemat Anda inilah saatnya untuk “menggalang kembali pasukan” dengan pidato yang menggugah. Namun sayangnya bagi banyak pemimpin, gagasan membuat “pidato” terdengar terlalu menakutkan.

Kata-kata bisa lebih tajam daripada pedang. Pepatah barusan tidaklah berlebihan karena pada kenyataannya begitu banyak pidato para tokoh sejarah yang hingga kini masih kita ingat. Bercermin dari hal itu, Anda seharusnya mengerti bahwa suatu hal yang cerdas bila merencanakan segala sesuatu perihal pidato itu sebelum melakukannya. Jadi persiapkan pemikiran Anda dan perkuat karyawan Anda dengan beberapa tip yang sayang bila Anda lewatkan berikut ini:

Rencanakan “Panggung” Anda

Anda tidak perlu menyelesaikan masalah ini sekarang, tetapi Anda harus menyadari sejak awal bahwa di mana Anda menyampaikan pembicaraan bisa jadi sama pentingnya dengan apa yang Anda katakan. Haruskah Anda memberi tahu karyawan melalui pengumuman atau chat group, meminta kehadiran mereka di ruang konferensi pada waktu dan tanggal tertentu? Atau, demi memberikan efek dramatis, haruskah Anda menutup toko atau kantor lebih awal suatu hari dan membuat pidato “spontan”? (para staf itu mungkin akan berpikir bahwa itu sebuah kejadian spontan, tetapi Anda tahu bahwa itu lebih baik). Banyak pemilik bisnis dapat dengan bangga menunjukkan beberapa penanda sejarah yang memiliki arti penting bagi perusahaan mereka. Itu bisa bermakna lebih dari sekadar sebagai panggung dramatis; itu juga bisa berfungsi sebagai pengirim pesan implisit.

Berpikir dan Bertindak Seperti Entertainer

Bila Anda sebagai pemilik usaha, Anda mungkin seorang yang ramah dan menarik, dan Anda harus mengasah keterampilan ini selama pidato atau presentasi Anda. Mungkin Anda tidak harus melompat lalu berdiri di atas meja dan berbicara lantang saat mengumpulkan karyawan Anda dalam “lingkaran persatuan”. Jadilah diri sendiri, tetaplah bersikap autentik, tetapi pertimbangkan untuk menambahkan sentuhan dramatis pada pembicaraan Anda, seperti yang dilakukan oleh seorang entertainer. Paling tidak, karyawan Anda harus merasa senang dengan kenyataan bahwa Anda memikirkan untuk membuat pidato Anda memiliki kesan.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.