Teori Gaya Kepemimpinan Lewin (bag 1)

Pengertian kepemimpinan dalam KBBI adalah cara atau semua hal yang berkaitan dengan mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi. Jika menurut Wikipedia, kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial di mana satu orang dapat meminta bantuan dan dukungan orang lain dalam penyelesaian tugas bersama.

Terdapat sebuah teori yang banyak dipakai ketika membicarakan tentang variasi gaya kepemimpinan. Teori itu disebut sebagai Teori Lewin. Ia dan rekan-rekannya mengklasifikasikan gaya kepemimpinan menurut budaya otokratis, demokratis, dan laissez-faire.

Kita akan coba menelaah berbagai jenis budaya kepemimpinan yang didefinisikan oleh Lewin dan kemudian mempertimbangkan bagaimana kita bisa menerapkannya saat memimpin sebuah tim.

Pemimpin Otokratis (alias Pemimpin Otoritarian)

Pada gaya kepemimpinan ini semua pengambilan keputusan berada di tangan pemimpin. Pemimpin otokratis sering dikaitkan dengan kediktatoran.

Keuntungan Kepemimpinan Otokratis

  • Pengambilan keputusan berlangsung cepat: dengan satu orang yang membuat keputusan, maka konsultasi dihilangkan, dan dengan demikian keputusan dapat dibuat dengan sangat cepat.
  • Manajer merasa termotivasi: gaya pengawasan langsung dari pemimpin dapat memotivasi manajer untuk bekerja keras tanpa ada jeda dalam jadwal mereka. Manajer akan ingin terlihat baik di mata pemimpin.
  • Lebih sedikit tekanan bagi manajer: karena pemimpin yang memikul tanggung jawab, manajer akan merasa nyaman karena mereka dipandu oleh pemimpin yang selalu ada./li>

Kekurangan Kepemimpinan Otokratis

  • Komunikasi seringkali hanya satu arah: ini dapat membuat pekerja frustrasi karena mereka hanya bisa menerima masukan tanpa bisa memberikan umpan balik saat diberi tahu tentang kesalahan yang mereka buat dalam pekerjaan.
  • Ketakutan dan kebencian: orang tidak suka diperintah, dan jauh lebih sering dikritik daripada dipuji, sehingga menimbulkan suasana ketakutan dan dendam.
  • Budaya Ketergantungan: karyawan menjadi tergantung pada pemimpin mereka yang memiliki semua ide dan membuat semua keputusan, yang dapat menyebabkan hilangnya inisiatif di antara karyawan./li>

Kapan saat yang tepat menggunakan kepemimpinan otokratis? Kepemimpinan otokratis sepertinya terlihat kuno tetapi sesungguhnya masih memiliki kegunaan. Gaya ini bisa sangat efektif, misalnya, pada proyek berdurasi pendek yang sangat kompleks, pada proyek dengan tenggat waktu yang sulit dipenuhi, atau pada proyek di mana karyawan membutuhkan tingkat keterampilan rendah dan hanya perlu dorongan dari pemimpin untuk mengejar hasil.

Pemimpin Demokratis (alias Pemimpin Partisipatif)

Dengan gaya kepemimpinan ini, pengambilan keputusan terjadi pada kelompok yang digabung, sehingga tanggung jawab pengambilan keputusan dibagi.

Keuntungan Kepemimpinan Demokratis

  • Lingkungan kerja yang baik: karyawan di semua tingkatan dapat merasakan tanggung jawab sesuai tingkatan masing-masing sebagai tantangan bagi diri sendiri. Karena lingkungan kerja yang baik dirasakan oleh semua karyawan, dalam gaya demokratis, karyawan lebih mungkin bisa menikmati pekerjaan mereka.
  • Kegagalan yang tidak terlalu parah: karena konsultasi terjadi sebelum keputusan dibuat, kemungkinan keputusan yang membawa malapetaka lebih kecil.
  • Budaya kreatif: tidak seperti budaya otokratis, karyawan dimotivasi agar menghasilkan ide dan memecahkan masalah atas inisiatif sendiri. Ini jelas dapat menyebabkan lebih banyak peluang di pasar dapat teridentifikasi./li>

Pembahasan Teori Lewin tentang gaya kepemimpinan ini akan kami lanjutkan di bagian berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.