Manfaat Skrip di Tempat Kerja 

Skrip sering kita jumpai di bidang bisnis pertunjukan dan informasi di media elektronik. Itu mengacu pada naskah yang harus dibaca atau dihapalkan oleh sosok yang tampil di depan kamera, atau di depan mic bila di bidang media audio. Skrip juga alat yang umum digunakan pada beragam bidang industri yang lain seperti telemarketing dan layanan dukungan pelanggan. Dengan memanfaatkan skrip, perusahaan dapat memberdayakan tim yang relatif tidak berpengalaman agar segera mulai menangani tanggung jawab yang lebih menantang, yaitu menangani permasalahan yang dihadapi pelanggan.

Skrip sering kali memiliki penanda pelanggan. Lalu dilanjutkan sejumlah jalur yang memungkinkan untuk diikuti bergantung pada permintaan pelanggan atau respons terhadap penanda yang sebelumnya.

Misalnya, petugas layanan pelanggan mungkin memiliki penanda bagian yang mengharuskannya beralih ke permasalahan perangkat lunak dengan menyarankan  menginstal pembaruan di komputer atau melakukan reset sistem dengan mematikan perangkat selama 5 detik. Atau, telemarketer mungkin memiliki penanda bagian yang mengharuskannya memilih penyampaian yang berbeda tergantung calon konsumen yang ia hadapi, orang yang skeptis, netral, atau yang cenderung terbuka.

Investasi Penting Di Awal

Menginvestasikan waktu untuk memikirkan masalah yang mungkin memerlukan skrip dan memikirkan dengan cermat berbagai elemen kunci dari skrip itu adalah hal yang penting. Investasikan waktu sejak awal, dan diskusikan secara menyeluruh dengan staf yang berpengalaman, termasuk para pemimpin perusahaan.

Waktu yang diinvestasikan di awal dapat menghemat waktu berjam-jam. Penghematan itu berupa peningkatan efisiensi dan efektivitas karyawan yang berada di posisi ujung tombak tanpa harus melalui pelatihan ekstensif.

Peninjauan Berkala

Skrip tidak boleh dipandang sebagai alat yang sekali bikin dan berlaku untuk selamanya. Sebuah skrip bisa tidak lagi sesuai dengan kondisi terkini tanpa kita sadari; kemanfaatannya bisa menurun dengan cepat seiring perjalanan waktu. Teknik penjualan tidak lagi sesuai zaman, staf layanan pelanggan mungkin mendapati bahwa beberapa bagian kurang efektif daripada bagian yang lain, atau informasi yang dijadikan acuan lama-lama menjadi tidak relevan.

Skrip harus ditinjau dan diperbarui secara berkala. Proses ini tidak perlu melibatkan manajemen puncak di setiap tahap. Pimpinan grup dan anggota senior tim yang menggunakan skrip adalah sumber data dan saran yang tepat mengenai bagaimana perbaikan yang harus dilakukan. Tetapi tergantung pada jangkauan, fungsi dan pengaruh yang ditimbulkan atas perubahan pada skrip yang bersangkutan, pemimpin yang lebih senior mungkin perlu dimasukkan dalam proses review dan persetujuan akhir.

Penekanan Perhatian

Skrip memuat berbagai poin yang harus menjadi tekanan perhatian atas topik yang dimuat di dalamnya. Karyawan yang akan menggunakan skrip itu pasti membutuhkan panduan semacam itu. Itu inti permasalahannya. Itu juga mengapa skrip tersebut perlu dikembangkan dan ditinjau dengan hati-hati sebelum didistribusikan kepada mereka yang akan menggunakannya. Dan itulah alasan utama mengapa skrip harus ditinjau dan diperbarui secara berkala.

Skrip bisa menjadi alat pengganda kekuatan sistem informasi yang bagus. Karena sanggup  mengubah pesan dan pengetahuan dari satu orang atau tim menjadi alat yang dapat digunakan oleh lebih banyak orang, meskipun dengan sedikit atau tanpa pelatihan, pendidikan, atau pengalaman tentang subjek tersebut. Kuncinya adalah memiliki skrip yang diteliti dengan baik dan ditinjau kembali secara teratur demi memastikan alat yang diberikan kepada karyawan dipersiapkan dengan baik dan efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.