Menetapkan dan Memperkuat Ekspektasi Secara Teratur

Manajer umumnya memiiliki asumsi bahwa anggota timnya sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang ekspektasi yang ditetapkan untuk mereka; namun, sering kali dalam kenyataannya terdapat kesenjangan yang mencolok antara ekspektasi dari manajer dan pemahaman karyawan tentang ekspektasi itu.

Manajer tidak dapat selalu berasumsi bahwa mereka memiliki ekspektasi yang sama dengan karyawan. Sangat penting bagi para manajer untuk menetapkan, meninjau, dan memperkuat ekspektasi mereka terhadap anggota tim mereka secara teratur.

Nilai Penting Ekspektasi yang Selaras

Banyak waktu, tenaga, dan niat baik dapat terbuang ketika karyawan bekerja menuju suatu tujuan yang berbeda dengan yang sebenarnya telah ditetapkan manajer itu untuk para karyawannya.

Kejadian seperti ini tidak hanya mengakibatkan hilangnya produktivitas. Tetapi juga menurunkan moral kerja dan merusak rasa saling percaya antara manajer dan karyawan.

Memanfaatkan Peninjauan Secara Rutin

Mari kita buat sebuah permisalan. Karyawan kita samakan dengan kapal yang akan menyeberangi wilayah perairan untuk menuju suatu tujuan. Di awal perjalanan, manajer dan karyawan telah membahas tujuan yang ingin dituju. Keduanya meyakini bahwa tujuan dan jalur perjalanan yang mereka maksud adalah sama. Namun seiring berlalunya waktu, ingatan dan pemahaman tentang pengertian awal itu bisa bergeser — baik di benak karyawan maupun di benak manajer.

Jika karyawan dan manajer meninjau ekspektasi mereka hanya di akhir perjalanan, maka sudah terlambat untuk karyawan memperbaiki arah. Namun, jika karyawan dan manajer bertemu secara teratur di sepanjang jalur perjalanan untuk meninjau dan membahas ekspektasi di antara mereka, karyawan akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyesuaikan diri jika dia melenceng dari jalur yang telah disepakati sebelumnya.

Mengubah Teori menjadi Praktek

Karyawan dan manajer harus bertemu secara teratur. Pertemuan ini adalah waktu yang tepat untuk meninjau ekspektasi di antara mereka. Peninjauan ini dapat dilakukan baik secara eksplisit maupun implisit.

Peninjauan secara eksplisit, tidak ada salahnya untuk meninjau ulang deskripsi pekerjaan, tujuan tahunan atau triwulanan karyawan, surat perjanjian proyek, atau dokumen lain yang mencatat ekspektasi yang disepakati bersama sebagai target untuk karyawan. Peninjauan secara implisit, karyawan berdialog dengan manajer untuk memberikan pembaruan, ataupun manajer dapat mendialogkan kembali persepsinya tentang bagaimana seharusnya kinerja karyawan tersebut agar sesuai dengan harapan.

Para manajer biasanya berasumsi bahwa mereka dan karyawan mereka sudah memiliki pandangan yang sama tentang ekspektasi. Namun seringkali tidak seperti itu. Dengan melakukan peninjauan kembali secara teratur dan konsisten serta, jika perlu, memperbarui ekspektasi karyawan secara eksplisit, maka tim memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk memaksimalkan produktivitas dan memastikan hasil yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.