Peninjauan 360 (1)

Peninjauan 360 adalah metode pemberian masukan profesional yang memungkinkan sekelompok rekan kerja dan manajer memberikan penilaian terkait kinerja terhadap sesama karyawan. Tidak seperti tinjauan kinerja karyawan yang biasa dilakukan di mana kinerja seorang karyawan dievaluasi hanya oleh manajer mereka, tinjauan 360 memperhitungkan masukan dari rekan kerja dan staf penerima laporan — bahkan pelanggan yang berhubungan dengan karyawan.

Mari bersama kita pelajari lebih lanjut tentang Peninjauan 360 dan cara kerjanya.

Apa itu Peninjauan 360?

Dalam Peninjauan 360, umpan balik tentang kinerja, keterampilan, dan kontribusi seorang karyawan dikumpulkan dan kemudian dibagikan kepada karyawan tersebut.

Rekan kerja yang berpartisipasi dalam Peninjauan 360 biasanya mencakup manajer karyawan, beberapa anggota staf sejawat, anggota staf yang berada di bawah tanggung jawabnya, dan manajer fungsional dari organisasi tempat karyawan bekerja secara rutin.

Cara peninjauan ini disebut “Peninjauan 360” karena umpan balik kinerja diminta dari semua arah dalam organisasi. Tujuan dari umpan balik seperti ini adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memahami bagaimana pekerjaan mereka dilihat dalam organisasi secara keseluruhan oleh rekan kerja di posisi apa pun.

Tinjauan ini lebih menitikberatkan pada bagaimana seorang karyawan memengaruhi pekerjaan karyawan lain. Dengan begitu, tinjauan ini kurang berfokus pada apakah pekerjaan telah diselesaikan, yang merupakan tujuan dari tinjauan kinerja biasa. Dalam ulasan 360 ini, para manajer sangat mungkin mencari umpan balik informal, seringkali verbal, tambahan dari karyawan lain, terutama supervisor yang langsung membawahinya, mengenai kinerja karyawan yang bersangkutan, tetapi ini berbeda dengan tinjauan 360 formal.

Tinjauan 360 menitikberatkan keterampilan dan kontribusi karyawan untuk organisasi. Tujuan umpan balik adalah untuk memberikan pandangan yang seimbang kepada karyawan tentang bagaimana orang lain melihat kontribusi dan kinerja pekerjaan mereka, di berbagai bidang seperti kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi dan interaksi antarpribadi, manajemen, kontribusi, kebiasaan kerja, akuntabilitas, dan visi, tergantung pada pekerjaan karyawan.

Peninjauan tersebut memungkinkan rekan kerja untuk menilai dampak karyawan dalam melanjutkan perjalanan menuju target, pencapaian objektif, dan hasil pelanggan yang positif seperti yang diamati oleh anggota tim.

Nama alternatif Peninjauan 360 antara lain adalah umpan balik 360, umpan balik rekan kerja, atau umpan balik multi-arah.

Bagaimana Cara Kerja Tinjauan 360?

Organisasi menggunakan berbagai metode Peninjauan 360 untuk menilai kinerja karyawan bergantung pada budaya dan iklim organisasi.

Di banyak organisasi yang menggunakan Peninjauan 360, manajer meminta dan menerima umpan balik. Manajer kemudian menganalisis umpan balik itu untuk mencari pola perilaku yang perlu diperhatikan serta umpan balik positif dan konstruktif.

Tujuannya adalah untuk memberikan poin-poin kunci dan penting kepada karyawan tanpa perlu membebani mereka dengan terlalu banyak data umpan balik. Seringkali manajer mencari umpan balik sebagai tanggapan atas pertanyaan yang spesifik, sehingga umpan balik lebih mudah disusun dan disampaikan kepada karyawan yang bersangkutan.

Beberapa organisasi menggunakan instrumen yang menghitung hasil secara elektronik dan memberi karyawan skor di setiap bidang yang dinilai, sementara yang lain mengandalkan pertanyaan terbuka. Proses peninjauan online membuat umpan balik mudah dihitung dan dibagikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.