Teori Kebutuhan Motivasi bag 1

Teori Kebutuhan Motivasi McClelland (Teori Tiga Kebutuhan) menyediakan perangkat bagi para manajer untuk menentukan faktor-faktor yang memotivasi setiap anggota tim mereka.

Di mana letak kemanfaatan teori ini? Untuk menjawabnya, anggaplah bahwa Anda adalah seorang manajer yang memberikan penilaian kinerja tahunan kepada anggota tim.

Anggota tim ini memiliki kinerja sangat baik di tahun sebbbbelumnya. Maka Anda ingin memberi penghargaan kepada mereka dengan memberi kesempatan memimpin proyek berisiko tinggi namun memiliki potensi keuntungan besar bagi organisasi. Sedangkan bagi anggota tim itu, tentunya ini adalah peluang untuk menambah catatan baik di  porto folio karir mereka.

Namun, setelah mendengar jika mereka telah dilimpahi tanggung jawab proyek, mereka tampaknya sama sekali tidak menyikapinya secara positif. Mengapa? Salah satu alasannya adalah Anda mungkin salah membaca motifasi berkarir mereka.

Meskipun para anggota tim ini mungkin ingin mencapai hal-hal besar dalam karirnya, bisa jadi mereka tidak ingin mengambil proyek berisiko tinggi karena takut hal itu dapat merusak prospek karir di masa depan jika mereka gagal. Alasan lain mungkin karena mereka lebih suka ketika menjadi bagian dari sebuah tim dan merasa enggan menjadi pusat perhatian.

Dalam contoh ini, dengan menggunakan Teori Tiga Kebutuhan akan sangat berguna. Dengan itu Anda bisa memahami motivasi anggota tim tersebut sebelum menentukan bentuk suatu pengakuan., sehingga Anda bisa memberi penghargaan dengan cara yang tepat.

Teori Tiga Kebutuhan dikembangkan oleh David McClelland dalam bukunya tahun 1961, The Achieving Society. Tiga kebutuhan yang dia identifikasi adalah kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi, dan kebutuhan akan kekuasaan.

McClelland menyatakan bahwa kita semua memiliki ketiga kebutuhan ini dengan beberapa bentuknya tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, atau asal budaya. Kebutuhan setiap individu dipelajari melalui pengalaman hidupnya dan tidak dibawa sejak lahir. Inilah sebabnya mengapa teori ini juga kadang disebut sebagai Teori Kebutuhan yang Dipelajari.

Bagaimana penjelasan Tiga kebutuhan tersebut?

Tiap-tiap kebutuhan ini memiliki skala yang menunjukkan kadar kebutuhan tiap-tiap individu.

Misalnya, kebanyakan orang memang menginginkan kekuasaan, tapi tidak semuanya ingin menjadi berkuasa dengan menggunakan segala cara. Demikian pula, ada beberapa orang yang sangat menghindari sorotan dengan segala cara karena ia benar-benar enggan berurusan dengan kekuasaan. Kebanyakan orang tidak berada pada titik ekstrem dari setiap kebutuhan.

Singkatnya, setiap individu akan termotivasi pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil oleh masing-masing faktor motivasi.

1. Kebutuhan untuk Berprestasi

Seseorang dengan kebutuhan untuk berprestasi memiliki kecenderungan sebagai berikut:

  • Termotivasi oleh prestasi dan promosi.
  • Memiliki keinginan yang kuat untuk menyelesaikan tugas yang kompleks, membuat rekor, atau melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  • Lebih suka ketika hasil yang ia capai berada di bawah kendalinya dan berdasarkan usahanya daripada disebabkan faktor eksternal.
  • Suka menerima umpan balik secara teratur.
  • Menghindari situasi berisiko tinggi dan berisiko rendah. Sebab situasi berisiko rendah tidak menawarkan rasa pencapaian, dan situasi berisiko tinggi terlalu banyak di luar kendalinya.

Seseorang dengan kebutuhan pencapaian yang sangat rendah cenderung menghindari situasi yang menyebabkan ia dapat gagal. Sebaliknya, orang dengan kebutuhan berprestasi yang terlalu tinggi ingin berhasil dengan cara apa pun dan ingin mendapatkan semua pujian.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.