Teori Motivasi Efikasi Diri bag 2

Pada bagian sebelumnya telah dibahas 2 komponen awal teori Efikasi Diri, yaitu: pengalaman pribadi dan pengalaman keterwakilan. Berikut adalah kelanjutannya.

3. Persuasi Sosial

Anda dapat meningkatkan efikasi diri jika orang lain memberi dorongan bahwa Anda dapat melakukan suatu tugas. Demikian juga, efikasi diri akan menurun jika Anda menerima komentar yang mengecilkan hati atau meremehkan kemampuan Anda menyelesaikan suatu tugas.

4. Umpan Balik Fisiologis

Ketika dihadapkan dengan sebuah tugas, Anda akan mengalami sensasi berupa gejala fisiologis pada tubuh. Bagaimana Anda menafsirkan gejala-gejala ini akan memengaruhi efikasi diri.

Misalnya, ketika akan melakukan presentasi di depan banyak orang, Anda mungkin mengalami sensasi jantung yang berdebaran.

Bagaimana Anda memaknai perasaan ini? Jika Anda mengartikan perasaan ini sebagai luapan semangat untuk tampil di depan forum, ini akan meningkatkan efikasi diri. Jika sensasi jantung yang berdebaran ini merupakan bentuk demam panggung atau kecemasan, ini akan menurunkan efikasi diri Anda khusus pada tugas ini dan tugas serupa.

Secara umum, semakin nyaman Anda dengan jenis tugas tertentu, semakin tinggi efikasi diri Anda.

Bagaimana menggunakan Teori Motivasi Efikasi Diri? Untuk memanfaatkan Teori Motivasi Efikasi Diri, ada empat cara yang bisa Anda jalani.

Jika Anda seorang manajer, Anda juga dapat menggunakan pendekatan ini untuk membantu membangun Efikasi Diri anggota tim, yang akan meningkatkan tidak hanya kompetensi mereka tetapi juga motivasi mereka.

1. Meningkatkan pengalaman

Untuk mulai meningkatkan Efikasi Diri terhadap tugas tertentu, mulailah dengan menetapkan target yang realistis tetapi menantang berpijak pada kondisi sekarang. Setelah Anda berhasil dengan target itu, naikkan lagi targetnya agar lebih menantang.

Seiring berjalannya waktu, pencapaian yang terus bertumbuh ini akan membangun Anda dengan efikasi diri yang lebih tinggi untuk jenis tugas tersebut.

Sebagai contoh, anggap saja Anda selalu merasa gugup ketika mendapat tugas berbicara di depan forum. Ada yang mungkin sangat gugup karena tidak pernah melakukan, bisa memulai dengan berlatih bicara di depan cermin dalam kamar hingga merasa yakin. Mungkin ada yang baru berani jika bicara di depan keluarga, cobalah berbicara di depan beberapa teman dekat hingga merasa nyaman. Pada prinsipnya mulailah dari kondisi ternyaman Anda saat ini.

Seiring berjalannya waktu Anda bisa meningkatkan ke forum yang lebih besar dengan kondisi yang lebih menantang, dan efikasi diri Anda akan tumbuh lebih jauh. Setelah efikasi diri Anda cukup tinggi, pada akhirnya Anda akan merasa cukup percaya diri sehingga Anda dapat menerapkan kecakapan berbicara yang baru Anda pelajari ke situasi kerja yang tentunya lebih menantang.

Jika Anda mengalami kemunduran pada suatu titik, mulai ulang target Anda berdasarkan kondisi terakhir. Memulai ulang target Anda dan kemudian melanjutkan kemajuan setelah kemunduran bukan berarti suatu kegagalan, justru ini bisa membangun ketahanan diri.

2. Mencari contoh perilaku

Temukan panutan sebagai bahan  pengamatan. Carilah seseorang yang memiliki efikasi diri tinggi di bidang atau keterampilan yang sama dengan yang Anda pelajari saat ini.

Contoh peran ini dapat menjadi penambah motivasi yang kuat terutama jika panutan ini seolah seperti cerminan Anda.

Jika Anda tidak dapat menemukan atau tidak ingin menemukan panutan dari tempat kerja, maka cobalah untuk mencari panutan melalui Internet.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.