Teori Penguatan Motivasi bag 3

Cara melakukan penguatan motivasi atau perilaku sudah kita ketahui. Dalam pelaksanaannya perlu  penguatan perilaku secara berkala. Untuk mencapai perubahan perilaku yang diinginkan, penguatan harus dilakukan lebih dari satu kali. Ada dua pendekatan yang dapat Anda pilih untuk memberikan penguatan: berkelanjutan dan intermitten, istilah lainnya interval.

Jika Anda memperkuat perilaku setiap kali itu terjadi, itu adalah penguatan berkelanjutan. Jika Anda memperkuat perilaku hanya beberapa kali selama hal itu terjadi, itu disebut penguatan interval.

Secara umum, penguatan berkelanjutan adalah cara tercepat untuk membuat seseorang mengembangkan perilaku baru. Sayangnya, sering kali ini tidak praktis di tempat kerja. Karena alasan itu, penguatan menggunakan penjadwalan yang memiliki interval ini lebih sering terjadi di tempat kerja.

Penguatan berkelanjutan: terjadi ketika perilaku yang diinginkan untuk diperkuat setiap kali ditemukan.

Pengulangan interval: terdapat variasi dalam pengulangan interval, antara lain:

Penguatan interval tetap: terjadi ketika penguatan diberikan pada waktu yang ditentukan, misalnya dalam setiap rapat harian.

Penguatan interval variabel: terjadi ketika penguatan diberikan secara teratur tetapi tidak pada waktu yang ditentukan.

Penguatan tetap bersyarat: terjadi ketika sejumlah tindakan telah dilakukan. Sebagai contoh, seorang mekanik diberi hadiah jika dia memperbaiki 10 mobil dalam satu hari.

Penguatan variabel bersyarat: terjadi ketika sejumlah variabel tindakan telah dilakukan. Misalnya, seorang karyawan diberikan bonus jika dan hanya jika ia mencapai semua targetnya.

Bagaimana menggunakan teori ini? Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang dapat Anda ikuti untuk menggunakan Teori Penguatan bersama tim Anda.

1. Tentukan perilaku yang diinginkan

Jika Anda ingin anggota tim memulai membiasakan perilaku baru, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memberi tahu mereka. Lakukan ini sejelas mungkin dan seobjektif mungkin.

Jelaskan perilaku baik yang ingin Anda lihat atau perilaku buruk yang ingin Anda hindari, sedemikian rupa sehingga dapat diukur. 

Adalah suatu ide yang baik jika menargetkan juga tenggat waktu, sehingga individu mengetahui kerangka waktu yang mereka miliki untuk berubah.

2. Ukur perilaku yang diinginkan saat ini

Langkah selanjutnya adalah membuat acuan awal seberapa sering perilaku tersebut terjadi saat ini.

Jika kita tidak melakukan pengukuran awal terhadap kondisi kita, tidak mungkin untuk menilai secara objektif apakah suatu perilaku telah berubah atau membaik.

3. Perkuat perilaku yang diinginkan

Selanjutnya, Anda perlu menentukan bagaimana dan kapan Anda akan memperkuat perilaku baru tersebut.

Pertama, Anda harus memilih satu atau lebih dari empat jenis penguatan: penguatan positif, penguatan negatif, hukuman, dan penghapusan.

Kedua, Anda perlu memilih satu atau lebih jadwal tentang bagaimana Anda akan memperkuat perilaku: berkelanjutan atau interval.

4. Menilai perubahan

Langkah terakhir adalah mengukur apakah perilaku baru yang Anda inginkan meningkat frekuensinya dengan cukup cepat.

Jika ya, bagus. Tetapi jika tidak, Anda mungkin perlu menilai kembali pendekatan Anda dan mengerjakan langkah 1 hingga 4 lagi.

Sebagai ringkasan: Teori Penguatan Motivasi mencoba menjelaskan bagaimana seseorang memunculkan perilakunya. Sebagai manajer atau pemimpin tim, ini bisa menjadi alat yang berguna dalam membantu Anda memperbaiki perilaku buruk dan membiasakan perilaku baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.