Bagaimana Merekrut Talenta Milenial?

Generasi milenial mendominasi tenaga kerja saat ini, dan jika sebuah perusahaan tidak memiliki strategi perekrutan untuk generasi ini, perusahaan akan kehilangan beragam bakat.

Perusahaan harus mengubah strategi untuk menarik kelompok ini. Beberapa kiat yang bisa diaplikasikan dalam strategi perekrutan adalah:

  1. Strategi Konten

media sosial dan pemasaran konten adalah cara paling ideal dan dibutuhkan untuk menarik bakat Milenial. Hal ini masuk akal karena generasi ini dibesarkan dengan teknologi dan lebih cenderung menggunakan media sosial saat mencari dan melamar pekerjaan. Demi menarik mereka, perusahaan harus mengembangkan strategi konten untuk menampilkan profil dan budaya yang dimiliki perusahaan.

Buatlah konten yang terfokus pada kandidat. Apa yang dipresentasikan harus menambah nilai bagi audiens dan memberi mereka informasi yang berguna. Jangan sampai terkesan percakapan satu arah tentang brand perusahaan saja.

  1. Sebisa Mungkin Gunakan Teknologi

Seperti yang disebutkan di atas, talenta generasi Milenial terlahir dengan ponsel di tangan. Jika perusahaan tidak menggunakan teknologi yang mereka ketahui dan sukai, mereka tidak akan menilai tinggi kredibilitas perusahaan.

Perusahaan harus berada di deretan terdepan dalam teknologi jika perusahaan ingin merekrut dan mempertahankan talenta unggul Generasi Millenial.

Generasi milenial secara alami paham teknologi, penuhi ekspektasi mereka di awal proses perekrutan, jangan hanya saat mereka dipekerjakan. Jika perusahaan menggunakan aplikasi digital, pastikan proses perekrutannya ramah seluler, jika tidak, maka perusahaan  akan melewatkan potensi mendapat talenta unggul karena mereka melamar di tempat lain.

  1. Menawarkan Manfaat Pengembangan Profesional

Tenaga kerja millennial cenderung mencari pekerjaan yang memiliki peluang untuk “pengembangan pertumbuhan karier”. Yaitu perusahaan yang juga menawarkan peluang mendapatkan pelatihan peningkatan skill yang memungkinkan pengembangan karir.

Tawarkan fasilitas pelatihan yang fleksibel dan independen: Gunakan teknologi seperti platform e-learning (webinar) yang memungkinkan mereka nantinya bisa mengakses pelatihan sesuai jadwal

  1. Fleksibilitas Tempat Kerja

Menurut hasil penelitian ternyata tenaga kerja usia muda saat ini lebih mudah merasa lelah jika terus menerus bekerja di kantor daripada tenaga kerja yang berusia lebih tua. Menyiasati fenomena ini, perusahaan dapat menawarkan lokasi kerja yang lebih fleksibel.

Pada penawaran karir bisa ditawarkan kemungkinan bekerja jarak jauh. Pada masa sekarang teknologi sudah memungkinkan kolaborasi pekerjaan dari beberapa tempat kerja yang berjauhan. Fenomena pandemi merupakan momen yang sangat membutuhkan sistem kerja dari jarak jauh. Tawarkan juga jadwal fleksibel yang lain seperti minggu kerja 4 hari, atau telecommuting untuk menghindari kelelahan dan meningkatkan kepercayaan.

Saat merekrut bakat Milenial, ingatlah langkah-langkah yang sudah disebutkan di atas, jika tidak, perusahaan akan kehilangan talenta unggul berusia muda ini dari pasar tenaga kerja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.