Metode Wawancara STAR (3)

Bila pada bagian sebelumnya kita telah membahas tentang prinsip inti metode wawancara Star, di bagian ini kita melanjutkan pembahasan tema ini pada contoh-contohnya.

Contoh Metode Wawancara STAR (lanjutan)

Contoh Metode STAR 3

Pertanyaan: Jelaskan saat Anda mengelola proyek yang paling menantang dalam karir Anda?
Situasi: Saya pernah ditugasi untuk menggantikan seorang manajer proyek. Proyek ini gagal karena kepribadian yang saling bertentangan dalam organisasi.
Tugas: Saya diberi tanggung jawab untuk mengembalikan proyek ke jalurnya dengan cepat. Ini adalah tugas yang sulit karena hubungan yang buruk sulit untuk diperbaiki.
Aksi: Saya memulainya dengan mengadakan pertemuan secara individu dengan masing-masing pemangku kepentingan untuk memahami masalah mereka. Dari sini, menjadi jelas bahwa aspirasi dari para pemangku kepentingan yang berbeda tidak diperhitungkan ketika menyusun rencana proyek sedari awal, jadi tidak heran proyek itu gagal. Saya merestrukturisasi proyek agar bisa mencapai kompromi terbaik atas beberapa aspirasi yang berbeda-beda tersebut.
Hasil: Setelah sedikit-banyak bisa menampung aspirasi semua pemangku kepentingan, proyek mendapat dukungan dari seluruh organisasi. Pemangku kepentingan yang sebelumnya bermasalah mendorong tim mereka agar mendukung proyek tersebut. Setelah itu, proyek berjalan relatif lancar. Pengalaman itu benar-benar menyadarkan saya betapa pentingnya menyusun proyek yang berorientasi mencapai kesuksesan sejak awal.

Mempersiapkan Wawancara Anda Berikutnya

Bayangkan Anda dalam situasi seperti ini: Anda memiliki  jadwal wawancara kerja esok hari. Anda bakalan merasa gugup karena Anda tahu pewawancara akan mengejutkan Anda dengan semua jenis pertanyaan acak yang tak terduga.

Anda sekarang telah mengenal Metode Wawancara STAR, tetapi karena Anda percaya bila nantinya akan gugup dan tampil di bawah tekanan, ada baiknya meluangkan waktu untuk mempersiapkannya.

Karena Anda tidak tahu pertanyaan apa yang akan ditanyakan pewawancara, Anda sepertinya perlu menyiapkan daftar beberapa skenario. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan.

Lihatlah deskripsi pekerjaan, khususnya pada keterampilan yang dibutuhkan. Tuliskan keterampilan ini dan pikirkan bagaimana Anda menunjukkan keterampilan ini dalam pekerjaan Anda sebelumnya.

Tuliskan skenario apa saja yang Anda ingat dari pekerjaan Anda sebelumnya yang sangat mungkin bisa dibanggakan.

Kemudian buatlah daftar beberapa pertanyaan yang berkenaan dengan perilaku di pekerjaan dan menjawabnya menggunakan Metode Wawancara STAR. Bidang yang bisa Anda tulis adalah kerja tim, pemecahan masalah, bekerja di bawah tekanan, mengatasi kemunduran, kepemimpinan, dan contoh inisiatif Anda.

Dengan menggunakan cara seperti ini, Anda akan merasa siap, bahkan melebihi dari apa yang mungkin Anda sadari. Karena meskipun pewawancara mengajukan pertanyaan yang sama sekali berbeda dengan pertanyaan yang telah Anda siapkan, Anda sangat mungkin mendapati bahwa salah satu jawaban yang Anda siapkan berkesesuaian dengan pertanyaan yang diajukan.

Misalnya, jika Anda diminta untuk berbicara tentang kapan Anda menunjukkan sikap kepemimpinan, mungkin jawaban Anda tentang contoh inisiatif Anda dapat berfungsi sebagai jawaban. Jika Anda ditanya tentang bagaimana Anda berinteraksi dengan rekan kerja yang sulit, mungkin jawaban Anda tentang sikap kepemimpinan Anda akan sesuai.

Penutup

Metode Wawancara STAR adalah cara yang bagus untuk menjawab pertanyaan wawancara tentang bagaimana Anda menangani situasi di masa lalu. Anda dapat menggunakan metode ini untuk menjawab pertanyaan secara ringkas namun komprehensif tentang bagaimana Anda berperilaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.