Menyelaraskan Pelatihan Karyawan dengan Tujuan Perusahaan

Sebagai individu yang bergerak di bidang manajemen, khususnya manajemen sumber daya manusia, pastinya menyadari nilai penting peningkatan kemampuan karyawan. Dalam teori rantai nilai yang dicetuskan Michael Porter, aspek kualitas sumber daya manusia yang dikelola dengan baik akan memberikan keunggulan differensial di antara para pesaing. Perangkat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah menggunakan program pelatihan – dengan beragam variasinya.

Kami beranggapan bahwa mereka yang membaca blog ini tentu memahami pentingnya pelatihan dan pengembangan karyawan. Itulah alasan pertama mereka mengunjungi halaman ini. Memang, sebagian besar perusahaan dan karyawan pada umumnya memahami bahwa pelatihan itu penting. 

Tetapi dalam berbagai program pelatihan tidak jarang kita temui inefisiensi dalam penyelenggaraannya. hal itu banyak diakibatkan oleh kualifikasi pelatihan yang terlalu umum.

Membuat Pelatihan Menjadi Spesifik

Perusahaan yang tahu bahwa mereka harus melatih karyawannya belum tentu tahu bagaimana cara melatih dan apa yang harus disampaikan fdalam pelatihan itu. Program pelatihan umum yang bisa jadi hanya sekadar memenuhi kewajiban pengadaan pelatihan akan memiliki manfaat yang minimal.

Meskipun pelatihan umum mungkin memiliki beberapa manfaat untuk keterampilan dasar tertentu seperti cara menggunakan spreadsheet atau dasar-dasar layanan pelanggan, dua contoh materi itu bisa dibilang sebagai keterampilan yang harus dimiliki karyawan saat awal kali mereka mulai bekerja, dan keduanya  bukanlah keterampilan yang meningkatkan keunggulan kompetitif.

Selain itu, membandingkan apa yang dilakukan perusahaan lain belum tentu merupakan strategi yang bagus untuk membangun program pelatihan. Bahkan dua perusahaan dalam industri yang sama dan bersaing langsung sangat mungkin memiliki kebutuhan pelatihan yang berbeda.

Membangun Fokus pada Kebutuhan Bisnis

Hal yang patut dijadikan prinsip adalah pelatihan perlu difokuskan pada tujuan dan kebutuhan bisnis. Tanpa fokus ini, pelatihan bisa menjadi sangat tidak efisien dan dinilai suatu pemborosan.

Bahkan pelatihan yang sebenarnya dianggap berhasil mungkin akan menjadi sia-sia. Mengapa? Karena pelatihan bisa digolongkan sebagai salah satu investasi yang lumayan besar. Sebagaimana umumnya investasi atau pengeluaran dalam bisnis, setiap pengeluaran harus mendatangkan hasil yang lebih besar bagi perusahaan.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, pelatihan harus diselaraskan dengan tujuan bisnis organisasi secara keseluruhan. Misalnya, jika tujuan bisnis adalah meningkatkan kualitas produk, pelatihan harus fokus pada hal-hal seperti pengendalian kualitas.

Jika tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi, pelatihan harus fokus pada hal-hal seperti perbaikan proses dan identifikasi sumber inefisiensi dan pemborosan.

Menyelaraskan pelatihan karyawan dengan tujuan bisnis dan strategi perusahaan adalah tujuan yang bagus, tetapi untuk mencapainya membutuhkan pemikiran dan upaya tersendiri. Dalam postingan selanjutnya, kita akan membicarakan beberapa strategi khusus untuk mencapai keselarasan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.