Fase dalam Siklus Hype Gartner (2)

Setelah mengetahui latar belakang sejarah dan beberapa poin penting tentang siklus perkembangan teknologi di bagian sebelumnya, sekarang kita akan membahas siklus hidup teknologi itu sendiri. Menurut penelitian Gartner, sebuah inovasi teknologi melewati lima fase dalam menjalani siklus kedewasaannya. Karena fase ini diwakili oleh grafik yang naik-turun selama proses menuju kedewasaannya, maka beberapa tahapan fase ini meminjam istilah geografis untuk memudahkan penyebutan bentuk grafis yang mewakili kondisi yang terjadi pada fase tertentu. Gartner menggunakan beberapa indikator pasar untuk menetapkan representasi sebenarnya dari nilai yang diharapkan dan fase kedewasaan dari sebuah inovasi teknologi.

1. Pemicu Inovasi

Ini adalah fase awal dari terobosan teknologi. Mungkin sebuah produk, proses, konsep, tren, atau ide yang menarik perhatian media dan dianggap sebagai sebuah terobosan. Pengadopsi awal mulai menyelidiki teknologi yang biasanya bercirikan sesuatu yang baru, harga tinggi, dan akan mengalami penyesuaian ekstrim selama menuju siklus hidup kedewasaannya. Teknologi ini hanya dapat diakses oleh entitas terbatas seperti laboratorium penelitian dan perusahaan rintisan.

Perhatian media dan popularitas terobosan itu menyebabkan kenaikan nilai yang tajam dan diharapkan mencapai puncaknya. Kurangnya adopsi massal berarti bahwa kelayakan komersial terobosan itu tidak terbukti tetapi juga belum bertentangan dengan ekspektasi yang makin meningkat.

Contoh teknologi yang saat ini berada di fase Pemicu Inovasi: Kendaraan terbang otonom; Bioteknologi seperti jaringan buatan; pencetakan 4D.

2. Puncak Peningkatan Harapan

Pada fase ini, teknologi dipublikasikan secara luas. Vendor menggunakannya sebagai kata kunci dalam kampanye pemasaran. Investor dan pelanggan melihatnya sebagai peluang yang menjanjikan. Fase ini sering mengalami lonjakan vendor yang membanjiri pasar dengan produk pelengkap maupun sebagai pesaing.

Banyak organisasi mempelopori adopsi demi mengejar keuntungan sebagai perintis jalan, sementara beberapa organisasi memperlihatkan sikap kehati-hatian karena ada sejumlah kecil kisah kegagalan yang secara bertahap muncul di industri. Pengadopsi awal biasanya mengambil risiko tantangan terkait dengan teknologi yang mungkin memakan waktu bertahun-tahun demi mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Pada posisi puncak ini, beberapa perusahaan rintisan yang terlibat dalam perintisan terobosan teknologi mungkin melihat akuisisi oleh perusahaan besar.

Contoh teknologi yang saat ini berada di fase Puncak Peningkatan Harapan: TeknologiĀ koneksi neural; Kembaran digital; Tabung nano karbon.

3. Palung Kekecewaan

Segera setelah inovasi teknologi mencapai Puncak Peningkatan Harapan, kita melihat aktivitas di luar pengadopsi awal. Seringkali, beberapa suara pers negatif muncul ke permukaan. Organisasi di fase ini mencari nilai yang berarti selain kisah sukses awal dan pengaruh hype industri.

Karena teknologi gagal memenuhi harapan yang tinggi, pertumbuhan adopsi melambat atau tertunda. Vendor mengkonsolidasikan penawaran mereka karena eksperimen dan variasi gagal mendapatkan daya tarik pasar yang memadai. Vendor yang mencapai putaran pendanaan Seri B atau C berhasil melakukan peningkatan yang divalidasi oleh pengguna awal. Teknologi ini berkembang menjadi generasi berikutnya dengan hanya sebagian kecil (hingga 5%) dari audiens yang mengadopsinya.

Apa yang terjadi kemudian terhadap teknologi ini? Apa tahapan hidup berikutnya?
~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.