Siklus Hype oleh Gartner (1)

Teknologi baru ditemukan dan produk baru dibuat setiap hari, tetapi hanya beberapa di antaranya yang berhasil dalam jangka panjang. Tetapi bisakah kesuksesan diprediksi dan dapatkah siklus hidup sebuah produk diperkirakan sedemikian rupa agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal?

Teknologi baru berarti harapan dan janji baru. Pengusaha dan para ahli terus mencari cara untuk menganalisis siklus hidup suatu teknologi dan mengidentifikasi momen-momen penting yang menentukan masa depan teknologi tersebut. Tantangan mendasar adalah meramalkan masa depan yang belum terbentuk.Para ilmuwan terus mencari cara universal untuk menjawab pertanyaan seputar hal ini.

Siklus Hype Gartner adalah representasi dari nilai yang dirasakan dari suatu tren atau inovasi teknologi ā€” dan pasar relatifnya. Siklus ini dapat membantu Anda memahami bagaimana nilai yang dirasakan dari suatu teknologi berkembang selama siklus hidupnya.

Siklus hidup ini menjelaskan beberapa fase, mulai dari antusiasme awal (yang berlebih) di industri terkait ketika teknologi barru diperkenalkan hingga kemudian fase kedewasaan ketika teknologi menuju kesempurnaan. Selama siklus hidup ini, Siklus Hype Gartner berusaha memproyeksikan lintasan pertumbuhan potensial dan nilai yang dapat diperoleh dengan mengeksploitasi teknologi dalam fase saat ini dan berikutnya.

Permodelan ini membantu organisasi menjawab pertanyaan kunci setiap kali inovasi teknologi baru menghadirkan manfaat atau kekecewaan: haruskah Anda berinvestasi dalam sebuah teknologi? Bisakah kita menebak apakah sesuatu yang benar-benar baru di pasar layak untukĀ diinvestasikan? Atau apakah sebuah layanan baru layak untuk didukung atau lebih baik diakhiri sebelum menimbulkan kerugian?
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana Gartner”s Hype Cycle bekerja dan bagaimana menginterpretasikan nilai sebuah inovasi teknologi?

Apa itu Gartner?

Gartner, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset dan jasa konsultan, didirikan pada tahun 1979 oleh Gideon Gartner ketika dia menyadari bahwa wawasan investornya bisa dimanfaatkan untuk industri TI yang sedang berkembang. Dia hanya mempekerjakan analis yang paling terampil di bidangnya. Perusahaan ini tidak pernah takut menyatakan dengan gamblang pandangan dalam laporannya walau terkadang itu kontroversial. Tapi mereka selalu didukung oleh data yang solid. Sementara dia meninggalkan perusahaan yang dia dirikan setelah dua dekade, warisannya tetap ada dan perusahaan terus berinovasi di bidang penelitian.

Sekarang Gartner memiliki sekitar 16 ribu rekanan, beroperasi di seratus negara dan menghasilkan pendapatan miliaran USD setiap tahunnya.

Gartner menghasilkan lebih dari seratus grafik Hype Cycle mengenai berbagai teknologi setiap tahun. Setiap orang dapat menggunakan kesimpulan ini untuk merencanakan strategi bisnisnya. Tapi bagaimana awalnya?

Sejarah

Salah satu analis Gartner, Jackie Fenn, memperkenalkan konsep Hype Cycle pada tahun 1995. Organisasi tersebut tidak berhasil mempromosikannya ke audiens yang lebih luas selama beberapa tahun, tetapi terus menggunakannya untuk mengukur berbagai teknologi yang muncul. Setelah beberapa waktu, ternyata sangat akurat dan jika kita kembali dan meninjau hasil sebelumnya, kita dapat dengan jelas melihat bahwa itu benar-benar berfungsi dalam banyak kasus, misalnya dalam kasus perangkat seluler, seperti tablet dan BPM.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.