Model Pengambilan Keputusan RAPID (2)

Model Pengambilan Keputusan RAPID adalah salah satu jenis proses pengambilan keputusan secara formal. Dalam model ini terdapat beberapa fungsi.

1. Merekomendasikan

Orang atau tim yang memiliki peran ini bertugas merekomendasikan tindakan atau menyajikan serangkaian pilihan. Mereka harus melengkapi rekomendasi mereka menggunakan fakta, angka, dan penelitian.

Anda dapat menganggap peran ini sebagai titik awal pada proses RAPID. Rekomendasi diusulkan dan sisa proses pengambilan keputusan mengalir dari sini.

Misalnya pada pelaksanaan suatu proyek, tim pemberi rekomendasi diisi oleh 5 orang yang ditunjuk dari masing-masing sub-bagian organisasi yang terlibat dalam proyek. Lima orang inilah yang merumuskan beberapa rekomendasi tentang bagaimana pengerjaan proyek ini.

Apakah proyek perlu mengandalkan sumber daya outsourcing? Apakah cukup dengan sumber daya internal organisasi? Apakah gabungan dari keduanya? Bila memerlukan outsourcing, vendor mana saja yang bisa direkomendasikan?

2. Menyetujui

Peran ini diisi orang-orang yang memiliki tugas memberi persetujuan atas berbagai rekomendasi sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Peran ini memiliki kekuatan untuk memveto rekomendasi jika diperlukan. Penting untuk menjaga grup ini agar memiliki anggota sesedikit mungkin atau proses persetujuan rekomendasi dapat melambat.

Jika tim ini memveto tawaran rekomendasi, maka mereka harus bernegosiasi dengan tim pemberi Rekomendasi agar menyesuaikan penawaran rekomendasinya sampai tim ini puas dan memberi persetujuan.

Jika alternatif yang memuaskan tidak dapat ditemukan maka masalah harus ditingkatkan ke peran Memutuskan.

Misalnya, untuk peran dalam proyek ini ditunjuk 2 orang yang paling senior dari beberapa sub-bagian yang terlibat dalam proyek. Dua orang ini menilai rekomendasi yang ditawarkan oleh tim pemberi rekomendasi. Tim ini mendapat tugas menyaring beberapa penawaran rekomendasi hingga menjadi 2 rekomendasi terbaik sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Apabila dalam proses penyaringan, tim ini belum menemukan 2 rekomendasi yang memuaskan, maka tim ini bisa meminta penawaran ulang dari tim Rekomendasi.

Setelah terlibat diskusi ternyata disetujui bahwa proyek ini menggunakan jasa vendor di tahap awal dan menggunakan sumber daya internal di tahap akhir. Namun untuk pemilihan vendor, tim pemberi persetujuan tidak puas dengan penawaran rekomendasi yang ada. Dari 3 rekomendasi vendor, hanya 1 vendor yang paling layak untuk disetujui. Saat meminta ulang, tim Rekomendasi menolak memberikan penawaran lain karena selain 3 vendor tersebut tidak ada lagi vendor yang kapasitasnya sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Setelah dilakukan pembicaraan intens antara tim Rekomendasi dan tim Persetujuan maka mereka memilih untuk meneruskan rekomendasi 3 vendor ke tahap berikut.
dan tim pemberi rekomendasi

3. Masukan

Peran Input atau pemberi masukan mencarikan dasar agar tercipta pengambilan keputusan yang baik. Peran ini dimaksudkan untuk memberikan fakta, data, dan bukti nyata sebagai masukan untuk sebuah rekomendasi.

Peran ini akan menjawab pertanyaan seperti: berapa lama waktu dibutuhkan untuk penerapan suatu rekomendasi? Apakah ada risiko ketika dilakukan eksekusi? Apakah tim yang terlibat memiliki kesanggupan menjalankan sruatu rekomendasi?

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.