Model Pengambilan Keputusan RAPID (3)

Model Pengambilan Keputusan RAPID adalah salah satu jenis proses pengambilan keputusan secara formal. Pada bagian sebelumnya kita telah membahas beberapa bagian dalam model ini. Berikut adalah kelanjutannya.

3. Masukan (lanjutan)

Peran Pemberi Rekomendasi tidak harus menerima informasi dari peran Pemberi Masukan. Aturan ini mengakui fakta bahwa konsensus dapat menjadi penghalang kecepatan pengambilan keputusan.

Pada contoh peran ini, ditunjuk 5 orang dari perwakilan tiap sub-bagian yang terlibat dalam proyek. Selama proses pengajuan rekomendasi dan pemilihan oleh tim Persetujuan, tim pemberi Masukan melakukan banyak riset dan perhitungan berbagai variabel tentang semua rekomendasi yang diajukan. Tim ini melacak hasil kerja dan review dari para pelanggan tentang 3 vendor yang ditawarkan. Tim juga melakukan simulasi dan perhitungan waktu penyelesaian proyek. Hasil dari riset ini dilampirkan bersama pengajuan rekomendasi yang telah disetujui ke meja pengambilan Keputusan.

4. Memutuskan

Ketika semua opsi telah tersaji di atas meja, keputusan harus dibuat. Peran ini dimiliki seorang pengambil keputusan dan harus satu orang.

Peran ini biasanya diisi oleh seorang pemimpin senior dalam organisasi.

Setelah keputusan dibuat, tindakan penting segera dimulai. Pengambil keputusan mendelegasikan implementasi keputusan kepada peran berikutnya, yaitu peran Melaksanakan. Tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan kemudian berada di bawah tim pelaksanaan.

Sebagai permisalan, melanjutkan contoh sebelumnya, pada proyek ini yang berperan sebagai pengambill keputusan adalah kepala bagian yang juga bertanggung jawab sebagai pimpinan proyek. Setelah mempertimbangkan rekomendasi yang diajukan dan dilengkapi dengan data tambahan dari tim Masukan, Ketetapan pun dibuat, vendor dipilih, pembagian kerja antar tim, tenggat waktu, anggaran, dan mekanisme pelacakan kinerja disepakati.

5. Melaksanakan

Peran ini diisi dengan orang-orang yang akan melaksanakan keputusan.

Penting bahwa setiap keputusan ditindaklanjuti dengan cepat. Keputusan yang baik yang dieksekusi dengan cepat seringkali lebih baik daripada keputusan besar yang dieksekusi dengan lambat.

Pada contoh kita, peran Melaksanakan proyek ini dikembalikan lagi kepada para manajer sub-bagian yang terlibat dalam pengerjaan proyek. Mereka bertanggung jawab memimpin sub-bagian masing-masing yang juga sekaligus berfungsi sebagai tim pelaksana proyek ini. Masing-masing manajer ini dikoordinasi oleh pimpinan proyek.

Kelebian dan kekurangan Model Pengambilan Keputusan RAPID

Kelebihan utama Model Pengambilan Keputusan RAPID

Model ini memberi semua orang kesempatan terlibat dalam pengambilan keputusan. Anda lebih mungkin untuk mencapai dukungan karyawan jika Anda melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Anda bahkan dapat menghapus orang yang tidak membantu dari loop jika perlu.

Metode ini memastikan bahwa keputusan dibuat dengan cara yang dipertimbangkan dengan cermat, menghasilkan keputusan yang lebih berkualitas.

Metode ini membuat sangat jelas siapa yang bertanggung jawab untuk setiap bagian dari keputusan.

Kelemahan utama Model Pengambilan Keputusan RAPID

Untuk bekerja secara efektif metode ini membutuhkan dukungan dari seluruh organisasi; baik manajemen puncak sampai ke pekerja di lapangan.

Metode ini dapat memperlambat pengambilan keputusan. Untuk alasan ini, seharusnya hanya digunakan untuk keputusan yang cukup besar dan cukup penting.

Ringkasan

Model Pengambilan Keputusan RAPID adalah alat yang bagus untuk membuat keputusan yang memiliki variabel kompleks dan sulit. RAPID adalah akronim dari lima peran dalam model ini, yaitu: Recomend, Agree, Perform, Input, dan Decide. Untuk mengaplikasikan model ini membutuhkan dukungan dari seluruh bagian organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.