Pentingnya Otomatisasi dan Reskilling untuk Keberhasilan Karyawan dan Bisnis

Para pakar bisnis sudah sering membahas tentang fenomena transformasi otomatisasi digital selama beberapa dekade terakhir, dengan kejadian pandemi global, organisasi harus beradaptasi agak cepat untuk menyiasati perubahan kondisi yang mengikutinya. Kita juga melihat bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, namun lebih merupakan sesuatu yang harus dimanfaatkan. Tanpa itu bisnis akan mengalami kehancuran.

Karyawan Fokus pada Pekerjaan yang Berdampak Signifikan

Tidak peduli seberapa besar kita menikmati pekerjaan kita, kita semua kadang-kadang bertanya-tanya, “Apakah dengan tiap hari mengurusi  tumpukan dokumen yang menggunung benar-benar penggunaan waktu dan kemampuan kita yang paling produktif?” Bayangkan jika tugas-tugas biasa seperti menandatangani formulir, mengisi aplikasi, dan menunggu persetujuan dari bermacam bagian dapat diotomatiskan. Apa yang akan kita lakukan dengan penghematan waktu yang terjadi sesudah otomatisasi proses itu?

Kita akan menggunakan waktu itu untuk berinovasi dan berpikir lebih kreatif. Kita akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memecahkan masalah dari sudut pandang yang lebih luas daripada cuma terjebak di tengah tumpukan dokumen. Atau kita akan mencurahkan lebih banyak waktu untuk meningkatkan aspek pekerjaan yang lebih berdampak pada hasil.

Otomatisasi Akan Mengubah Fokus Organisasi di Masa Depan

Penyempurnaan alur kerja sehari-hari karyawan hanyalah awal dari peningkatan proses yang dihasilkan dari otomatisasi. Di seluruh organisasi, staf tidak lagi diperlukan untuk tugas manual yang berulang, dan akibatnya, staf bisa mulai mengurangi fokus pada kemampuan pelaksana dan lebih pada keterampilan pemecahan masalah yang kreatif dan analitis.

Pemikiran analitis dan kreatif mungkin dianggap agak “penting untuk dimiliki” oleh banyak karyawan saat ini, tetapi karena otomatisasi menjadi lebih terintegrasi ke dalam setiap peran, mereka akan menjadi keterampilan yang sangat penting di semua tingkat organisasi. Keterampilan ini yang akan tetap diminati selama dekade otomatisasi mendatang.

Ketrampilan Beradaptasi Menggunakan Otomatisasi Banyak Berguna di Masa Depan

Dari pengusaha kecil hingga perusahaan global, kekuatan otomatisasi semakin meluas. Bukan hanya profesional bidang teknologi saja yang melipatgandakan kemampuannya dengan pembelajaran otomatisasi dan kecerdasan buatan; peralatan otomatis menjadi semakin penting bagi pemasar, manajer gudang, penjualan, direktur SDM, dan sebagainya.

Berdasarkan fakta ini, jelas terlihat bahwa keterampilan terkait otomatisasi tidak hanya penting untuk peran pekerjaan tertentu — tetapi merupakan keterampilan hidup yang penting untuk berbagai karier. Dalam 5 hingga 10 tahun, otomatisasi akan menjadi urat nadi industri seperti halnya komputer dan Internet saat ini.

Jadi, bagaimana memulai membangun keterampilan ini di organisasi. Mulailah dari yang kecil. Pertama, identifikasi satu inisiatif yang akan memperoleh manfaat langsung yang dapat diukur dari otomatisasi. Selanjutnya, tawarkan penyesuaian itu di tingkat eksekutif. Usahakan “eksperimen” itu transparan untuk membantu mengurangi keraguan dan membangun konsensus. Setelah terlihat hasil yang konsisten, dapatkan dukungan untuk mulai meningkatkan transformasi ini di seluruh departemen lain dalam organisasi.

Otomatisasi dan reskilling memiliki manfaat sangat besar. Dengan menghilangkan proses manual, perusahaan dapat memberdayakan karyawan untuk memenuhi potensi maksimal mereka, secara dramatis meningkatkan tingkat retensi dengan menciptakan karyawan yang lebih bahagia dan lebih setia. Itu bagus untuk keuntungan perusahaan, bagus untuk moral karyawan, dan bagus pula untuk masa depan brand milik perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.