kepemimpinan yang Melayani (2)

Berikut adalah beberapa prinsip kepemimpinan yang melayani — serta bagaimana menerapkannya dalam perkataan dan perbuatan — yang akan menggandakan keefektifan kepemimpinan Anda. Pelajari, latih, jadikan sebagai gaya hidup, dan ajarkan itu kepada orang lain.

Hormati Orang Lain (Sebelum Menghormati Diri Sendiri)

Bicaralah kepada semua orang dengan cara yang sama, apakah dia seorang tukang sampah atau seorang rektor universitas. Pernyataan sederhana ini merangkum konsep yang dimaksud di sini. Dengan berbicara kepada semua orang seolah-olah mereka benar-benar penting, tidak peduli posisi mereka dalam hidup, kita menunjukkan rasa hormat yang tulus kepada semua orang. Rasa hormat mendefinisikan sikap yang mendasari seorang pemimpin yang melayani.

Mari kita perjelas konsep ini dengan contoh:
Seorang anggota tim mengungkapkan pengakuan bahwa ia merasa kehilangan arah dan tujuan pada pekerjaannya. Jika Anda menanggapinya dengan kritik, ini akan lebih merusak daripada memperbaiki kondisi. Tidak hanya merusak kemampuan Anda untuk didekati sebagai pemimpin, tetapi juga menghambat motivasi internal — yang pada akhirnya merusak produktivitas individu dan tim.

Namun, jika Anda mengakui dan menerima kekhawatiran seperti ini, menunjukkan rasa perhatian dan rasa hormat atas kondisi bawahan, Anda telah mengambil langkah pertama menuju pengembangan anggota tim yang bekerja dengan sepenuh hati – yang mana ini akan memupuk kesetiaan anak buah Anda.

Bagaimana Menghormati Orang Lain

Tegaskan martabat individu dengan mengenali dan menanggapi kebutuhan tim Anda.

Secara aktif menyelesaikan masalah; jangan pernah menunggu segala sesuatu jadi berlarut-larut.

Hormati semua orang dari semua jabatan/peran melalui perkataan dan perilaku.

Menginspirasikan Visi (Sebelum Menetapkan Arahan)

Ada sebagian pemimpin yang membawa timnya melaju sangat cepat tanpa arah tertentu dan tidak mencapai apa-apa. Sedangkan para pemimpin yang hebat bekerja membangun visi yang jauh melampaui apa yang dapat mereka lihat — dan dukungan penuh dari tim mereka. Visi dari kepemimpinan dan dukungan dari tim menghasilkan suasana yang menginspirasi di mana hampir semua tujuan menjadi realistis.

Konsep ini sering terlewatkan dalam dua cara berbeda — keduanya dapat secara dramatis mempengaruhi hasil.

Kondisi pertama adalah ketika pemimpin gagal menetapkan visi sebelum mengambil tindakan. Organisasi akhirnya bergerak sangat cepat, tetapi kurangnya arahan membahayakan seluruh investasi. Selain membuat tim kehilangan arah dan korelasi, ini menghalangi kepemimpinan mengukur kesuksesan dengan cara yang tepat.

Kondisi kedua adalah ketika para pemimpin gagal memperoleh dukungan bagi visi mereka. Ketika ini terjadi, tim menjadi putus asa dan tidak mampu mengenali tujuan dan nilai dari pekerjaannya.

Seorang pemimpin sejati yang melayani mengatasi kedua kegagalan tersebut dengan pertama-tama membuat percontohan visi bagi organisasi, dan kemudian menginspirasi tim untuk bersama memiliki visi itu. Dengan melakukan ini, Anda mengizinkan tim Anda untuk memilih kontribusi unik saat mengejar visi tersebut. Ini menciptakan peluang untuk menanamkan aspek “apa” dan “bagaimana” dari visi Anda, didorong oleh “mengapa.”

Hambatan terbesar untuk menginspirasikan sebuah visi adalah mengenali bagaimana organisasi Anda dapat berkembang. Luangkan waktu untuk memikirkan visi yang mengarah ke pertumbuhan dan peningkatan, komunikasikan visi Anda, dan bantu tim Anda memahami mengapa itu penting.

Bagaimana Menginspirasikan Visi

Buat percontohan cara untuk tim Anda.

Bantu tim Anda menyadari bagaimana peran setiap orang dengan menunjukkan gambaran yang lebih besar.

Pastikan untuk memahamkan tidak hanya aspek “apa” dan “bagaimana” dari visi Anda, tetapi juga “mengapa.”

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.