Kompensasi: Apa Artinya? Apa saja Jenisnya? (4)

Memahami berbagai jenis kompensasi sangat penting jika Anda adalah orang yang mendapat tugas mengatur struktur kompensasi, pemimpin SDM, pemilik bisnis atau manajer. Berikut adalah kelanjutan pembahassan tentang kompensasi pada sub tema jenis kompensasi dari bagian ketiga.

Jenis Utama Kompensasi Langsung (lanjutan)

Bonus sedikit berbeda dengan komisi. Meskipun juga merupakan bentuk pengupahan variabel, bonus diberlakukan tidak hanya untuk bagian penjualan. Bonus akhir tahun adalah contoh umum di mana karyawan mendapat sejumlah (atau persentase dari jumlah) tertentu berdasarkan kinerja bisnis, pencapaian individu atas target yang berbasis insentif, atau atas kebijaksanaan manajer. Bonus dapat ditawarkan lebih sering daripada tahunan, seperti semesteran atau triwulanan. Ada juga bonus spot, yang menghargai kinerja atas kebijaksanaan manajemen dalam kaitannya dengan tenggat waktu, keberhasilan proyek, atau pencapaian tertentu lainnya. Bonus juga dapat berupa pembagian insentif bersama di seluruh kantor, departemen, wilayah, lokasi, atau tim.

Apakah bonus sama dengan pembayaran insentif? Tidak persis sama, meskipun bonus bisa dibilang merupakan jenis insentif jika dikaitkan dengan metrik yang telah ditetapkan seperti KPI, MBO, atau OKR untuk mengukur target yang terkait dengan kinerja. Maksud dari pemberian insentif adalah untuk mendorong karyawan mencapai standar yang lebih tinggi.

Bonus dapat dikaitkan dengan metrik juga, yaitu ketika bonus menjadi jenis pemberian insentif. Tetapi bonus juga dapat dibayarkan tanpa pengukuran kinerja kuantitatif, seperti dalam kasus bonus hari raya atau ketika manajemen memutuskan untuk memberi penghargaan kepada karyawan secara spontan setelah tahun yang menguntungkan, sebuah kegiatan yang sukses, atau periode yang penuh tekanan.

Secara umum, bisa dikatakan bahwa bonus berwawasan ke belakang. Sementara insentif berwawasan ke depan, seperti pemberian waktu istirahat tambahan jika event besar perusahaan sukses. Dengan kata lain, bonus menghargai tindakan masa lalu sementara insentif mendorong hasil di masa mendatang.

Gaji Pokok vs. Pernyataan Kompensasi Total

Boleh dibilang, cara paling praktis untuk mengomunikasikan kompensasi kepada karyawan dengan cara yang paling masuk akal bagi mereka adalah sebagai pernyataan kompensasi total atau rincian penghasilan karyawan yang memisahkan gaji pokok dari gaji berbasis komisi, penghasilan bonus, bentuk penghasilan variabel lainnya, penghasilan berupa pemberian manfaat tertentu dari perusahaan, dan pemberian manfaat lain dari nilai moneter tertentu.
Ini membantu para karyawan mengetahui apa yang dapat mereka andalkan dalam setiap gajinya, kompensasi apa yang bisa diperoleh melalui kinerja dan nilai setara kas dari tunjangan dan penghargaan lain yang diberikan oleh perusahaan.

Pada akhirnya, yang penting dalam hal berbagai jenis kompensasi adalah bagaimana Anda mengomunikasikannya kepada karyawan. Idealnya, Anda ingin mempresentasikan setiap karyawan baru dengan laporan ringkasan kompensasi mereka bersama dengan filosofi kompensasi perusahaan Anda. Dalam organisasi progresif, komunikasi ini dilakukan oleh manajer yang langsung membawahi karyawan, yang juga menjadi pembina ketika karyawan bertanya tentang kompensasi dan kemajuan karir saat karyawan tumbuh dewasa bersama perusahaan. Hal ini memerlukan pelatihan untuk para manajer mengenai kompensasi, termasuk cara membicarakan berbagai jenis kompensasi, cara menjelaskan pernyataan kompensasi total, dan cara menjawab pertanyaan tentang gaji dan tunjangan variabel.

Meskipun banyak organisasi belum mencapai pendekatan yang benar-benar progresif dan transparan tentang manajemen kompensasi, penelitian tentang praktik terbaik pemberian kompensasi telah menunjukkan bahwa keuntungan setelah melakukannya adalah peningkatan keterlibatan karyawan, mengurangi pergantian, dan citra perusahaan yang jadi lebih menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.