Jalur karir adalah tahapan-tahap jabatan yang dilalui oleh karyawan dari posisi terendah atau entry level sampai dengan posisi tertinggi. Merancang jalur karir merupakan kewajiban perusahaan. Kejelasan jalur karir membuat karyawan dapat menentukan posisinya sekarang dan jenjang karir ke depannya. Kejelasan ini membuat karyawan dapat lebih memperisapkan diri untuk posisi yang lebih baik.

Sering kita dengar karyawan mengeluh tentang jalur karir yang tidak jelas. Lazimnya ini terjadi pada perusahaan dengan skala menengah-mikro. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi pada perusahaan besar.

Jalur karir karyawan akan menjadi lebih efektif apabila diintegrasikan dengan strategi manajemen talenta perusahaan secara keseluruhan. Dengan adanya keselarasan dengan strategi manajemen talenta, yang tercermin dari adanya hubungan yang kuat antara peran pekerjaan (job roles), kompetensi yang diinginkan, dan pengalaman-pengalaman kunci, jalur karir akan secara langsung mengarahkan karyawan untuk berperan penting dalam meningkat daya saing perusahaan di masa depan.

MERANCANG JALUR KARIR

a. Buat Peta Karir

Peta karir digunakan untuk menunjukkan seperti apa pola karir, tahapan-tahapan dan peran dalam tiap jenjang karir. Peta karir memberikan gambaran umum bagaimana seorang karyawan akan bergerak dari suatu jabatan ke jabatan lain, yang umumnya lebih tinggi. Peta karir biasanya ditampilkan dalam diagram, untuk memudahkan visualisasi.

Beberapa perusahaan menggunakan kluster atau pengelompokan pekerjaan untuk menetapkan jalur karir. Sebagai contoh, karyawan bidang keuangan, akan berada pada jalur keuangan sampai level 2 tingkat struktural di bawah direksi. Artinya, bahwa sebelum sampai pada struktur 2 tingkat dibawah direksi, seorang karyawan bidang keuangan hanya dapat bergerak di bidang keuangan. Untuk jabatan 2 atau 1 tingkat di bawah direksi dimungkinkan untuk cross karir, atau memegang jawaban yang lebih umum atau selain bidang keuangan.

b. Buat Profil Jabatan

Profil jabatan ini menjadi pembeda antara jabatan satu dengan yang lainnya dengan menguraikan tanggung jawab inti, kualifikasi keterampilan dan keahlian, pendidikan, sertifikasi teknis dan persyaratan yang diperlukan untuk menduduki jabatan tersebut. Untuk melakukan hal ini, organisasi mengambil masukan dari para ahli yang mengetahui seluk beluk jabatan tersebut, mewawancarai pemegang jabatan, dan dapat pula melakukan benchmarking dengan industri eksternal.

c. Identifikasi Kompetensi Inti dan Perilaku yang Diharapkan

Spencer mendefinisikan kompetensi lebih pada karakteristik yang telah ditunjukkan seseorang berupa perilaku, konsep diri, nilai-nilai, pengetahuan, serta keahlian yang telah ia miliki.

Kompetensi merupakan perilaku pembeda yang ditampilkan para karyawan yang menampilkan kinerja tinggi dan juga berfungsi sebagai standar kinerja yang menentukan hasil dalam fungsi yang berbeda. Dengan cara ini, kompetensi akan mendorong kinerja di tempat kerja dan menghubungkan bisnis strategi dan perubahan inisiatif untuk tenaga kerja melalui standar perilaku.

d. Integrasikan dengan Pelatihan dan Pengembangan

Organisasi dapat merancang jalur karir dengan mengintegrasikan dengan pengembangan karyawan. Jalur karir yang dilewati oleh karyawan dapat didesain sekaligus sebagai pengembangan kompetensi untuk mengisi jabatan yang lebih tinggi. Bentuk-bentuk program pengembangan dapat pelatihan kepemimpinan, pengkayaan tugas (job enrichment), bergabung dalam tim lintas fungsi, atau penambahan tugas-tugas khusus.

Pengalaman-pengalaman ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang penting untuk tahap karir selanjutnya.

e. Menetapkan Akuntabilitas

Dengan besarnya sumber daya yang diinvestasikan dalam proses jalur karir, organisasi harus membuat mekanisme untuk memastikan efektivitasnya. Mekanisme yang dibangun ini untuk memastikan sisi akuntabilitas dengan mendefinisikan peran dan tanggung jawab secara jelas dan memastikan bahwa sistem jalur karir dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi bisnis.

Merancang jalur karir, dengan demikian menjadi aktifitas yang strategik bagi perusahaan. Jalur karir yang jelas, membuat karyawan tahu apa yang harus dipersiapkan untuk jenjang karir yang lebih tinggi.