Bagaimana Berbicara dengan Karyawan Tentang Evaluasi Kinerja

Evaluasi karyawan adalah alat yang berharga bagi peningkatan kinerja perusahaan, tetapi itu akan benar-benar bermanfaat hanya jika Anda, sebagai jajaran manajer, bersedia berbicara terus terang dengan karyawan Anda dan jika karyawan Anda mau mendengarkan. Jika dalam sebuah sesi penyampaian evaluasi Anda memiliki sebuah kritik yang perlu disampaikan, pembicaraan mungkin menjadi tidak nyaman bagi Anda berdua. Namun, pada akhirnya, karyawan Anda perlu tahu apa yang harus dia lakukan dengan benar, an bagaimana meningkatkan kinerja itu untuk memenuhi standar perusahaan Anda.

Persiapan

Ulasan kinerja karyawan yang baik harus spesifik. Sebelum sesi penyampaian umpan balik, tuliskan kritik atau pujian yang akan Anda sampaikan, bacalah beberapa kali, hayati, pastikan itu jelas dan dapat dimengerti.
Pikirkan tentang berbagai kemungkinan reaksi yang akan dimunculkan karyawan. Jika Anda merasa kurang nyaman ketika menyampaikan kritik dengan format pertemuan empat mata, berlatihlah dahulu sebelum menyampaikan evaluasi, bahkan jika perlu mintalah bantuan seseorang yang Anda percayai untuk memainkan peran karyawan tersebut.
Namun, jangan membuat sesi penyampaian evaluasi menjadi seperti sesi drama televisi, harus sesuai dengan skrip yang sudah disusun rapi; Karyawan Anda akan memiliki banyak hal tersendiri yang ingin dia katakan dan Anda harus siap untuk mendengarkan, apapun itu.

Percakapan

Karena Anda sebagai pihak pemberi evaluasi, karyawan Anda mungkin akan lebih gugup daripada Anda. Hancurkan kebekuan dengan beberapa percakapan ringan terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke evaluasi. Beri karyawan Anda kesempatan untuk merespons, dan dengarkan ketika dia melakukannya. Jika dia mengkritik dirinya sendiri, jangan marah atau membela diri, bahkan jika Anda pikir dia salah. Jika percakapan terhenti, jangan merasa Anda harus segera mengatakan sesuatu. Kekosongan beberapa detik bukan suatu masalah.

Kritik

Fokuskan kritik Anda pada kinerja karyawan, bukan kepribadiannya, dan buat kritik tersebut spesifik. “Anda rupanya memiliki pengendalian emosi yang buruk” merupakan sebuah pernyataan yang terlalu umum, lebih spesifik jika Anda sampaikan, “Mengapa Anda melontarkan ucapan yang kasar pada seorang pelanggan setia yang baru sekali mengalami keterlambatan pembayaran sehari?”
Jika perusahaan Anda memiliki metrik untuk mengevaluasi karyawan, beri tahu dia di mana kekurangannya. Jelaskan bahwa Anda ingin dia berkembang. Penelitian menunjukkan bahwa para karyawan akan menyelaraskan diri sesuai bagaimana pimpinannya memandang mereka, jadi sampaikan keyakinan Anda bahwa dia bisa melakukan yang lebih baik.

Target

Saat Anda menetapkan target untuk karyawan yang Anda evaluasi, target tersebut harus sejelas mungkin dan sespesifik mungkin.
Katakan padanya peningkatan apa yang ingin Anda lihat dan seberapa cepat Anda ingin melihatnya. Ketika Anda selesai, ada baiknya untuk mengakhiri evaluasi dengan nada positif tentang potensinya daripada konsekuensi jika dia tidak memenuhi targetnya. Namun, jangan membuat janji atau jaminan apa pun yang menurut Anda tidak dapat Anda tepati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.