Motivasi Menurut Teori Harapan bag 1

Teori Harapan Motivasi mencoba menjelaskan mengapa seseorang menunjukkan suatu perilaku tertentu.

Beberapa contoh perilaku itu bisa berupa datang ke kantor lebih awal, bekerja sangat keras, bahkan sampai rela begadang. Jika pernah dalam situasi seperti itu, kira-kira mengapa Anda berperilaku begitu? Mungkin karena adanya harapan setelah melakukan  semua hal itu, Anda mendapatkan promosi dengan cepat, dan diberi kenaikan gaji?

Teori Harapan pada dasarnya menyatakan bahwa Seseorang termotivasi untuk memilih sebuah perilaku di depan orang lain karena ada yang ia harapkan dari hasil perilaku itu.

Sebagai manajer, Teori Harapan dapat membantu kita untuk memahami bagaimana setiap anggota tim membuat keputusan tentang alternatif perilaku di tempat kerja. Kita kemudian dapat menggunakan informasi ini sebagai masukan untuk menciptakan karyawan yang senantiasa termotivasi.

Teori Harapan Motivasi dikembangkan oleh Victor H. Vroom pada tahun 1964 dan diperluas oleh Porter dan Lawler pada tahun 1968.

Teori ini dibangun diatas asumsi bahwa perilaku kita didasarkan pada pembuatan pilihan sadar dari serangkaian kemungkinan perilaku alternatif. Menurut Teori Harapan, perilaku yang kita pilih akan selalu menjadi perilaku yang memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit.

Bagi seorang manajer, ini berarti bahwa anggota tim hanya akan memilih perilaku yang benar (bekerja keras) ketika mereka merasa hasil dari memilih opsi ini adalah yang paling diinginkan. Secara sederhana, itu bisa berarti mereka mendapatkan sesuatu atau tidak kehilangan sesuatu.

Dalam teori ini ada tiga variabel yang berperan:

Harapan. 
Upaya (effort) -> Kinerja (performance)

Instrumentalitas. 
Kinerja (performance) -> Hasil (output)

Valensi. 
Hasil (valency) -> Pencapaian (reward)

Ketiga faktor tersebut harus ada demi terbentuknya efektifitas motivasi terhadap karyawan.

Terminologi dan istilah yang digunakan pada rumusan di atas sekilas memang agak membingungkan dan sulit dipahami. Namun penjelasan di bagian bawah artikel ini dapat menjelaskan semuanya.

Sekarang kita bisa mulai mengupas tiga variabel dalam teori ini dari sudut pandang karyawan atau anggota tim.

1. Harapan

Harapan adalah keyakinan bahwa jika Anda bekerja keras (usaha) Anda akan dapat mencapai target (kinerja) yang telah ditetapkan oleh manajer bagi Anda. 

Anda membuat penilaian ini berdasarkan sejumlah faktor, antara lain:

  • Pengalaman masa lalu.
  • Keyakinan Anda pada kemampuan diri sendiri.
  • Bagaimana Anda menilai tingkat kesulitan target untuk dicapai dan apakah target itu berada di bawah kendali atau tidak.

Contoh harapan di sini adalah ketika Anda berpikir, “Jika saya bekerja keras, makka saya dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh atasan”.

Pada bagian berikutnya kita akan membahas variabel kedua, instrumentalitas, dan variabel ketiga, valensi. Setelah itu akan kita sajikan beberapa contoh di dunia kerja.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.