Membuat Lompatan Besar Menuju Literasi Data

Di dunia yang di berbagai bidang kehidupannya semakin didukung oleh data, kemampuan untuk mengakses, menafsirkan, dan mendapatkan wawasan dari data tersebut sangatlah penting. Sayangnya, kemampuan tersebut dapat dikatakan masih langka di kalangan pekerja di seluruh dunia. Dan kenyataannya kesenjangan data itu semakin melebar, setidaknya itulah menurut penelitian dari Accenture dan Qlik dengan penelitian — The Human Impact of Data Literacy — dilakukan atas nama The Data Literacy Project.

Kurangnya Literasi Data Dapat Menghambat Produktivitas

Studi terhadap 9.000 karyawan secara global menunjukkan bahwa perusahaan dapat kehilangan produktivitas karena kurangnya literasi data. Karena untuk memahami data yang tersedia di hadapan mereka., para karyawan membutuhkan perjuangan yang sangat berat.

Faktanya, mereka kehilangan rata-rata lebih dari 5 hari kerja (atau 43 jam) per karyawan per tahun. Nilai kerugian Itu masih bisa bertambah dengan cepat, terutama pada organisasi yang sangat besar.

Kurangnya Literasi Data Bisa  Berdampak Buruk pada Tingkat kontribusi Karyawan

Kesenjangan literasi data juga berpengaruh buruk pada tingkat kepuasan, dan kontribusi karyawan. Pada akhirnya turut mempengaruhi masa kerja karyawan.

 Sebuah studi melaporkan bahwa 75% karyawan kewalahan atau tidak mendapat kebahagiaan saat bekerja mengolah data — dan 61% mengatakan bahwa berurusan dengan data menyebabkan stres.

Lebih parahnya lagi, stres tersebut menyebabkan ketidakhadiran, dengan 31% mengatakan mereka telah mengambil setidaknya 1 hari cuti sakit terkait masalah data dan teknologi.

Membantu Karyawan Mendapatkan Kepercayaan Diri Saat Mengolah Data

Apa yang dapat dilakukan organisasi untuk menutup celah Kesenjangan Literasi Data? 

bahwa meskipun perusahaan telah memberi karyawan akses ke data, akses tersebut ternyata tidak disertai dengan sumber daya, alat, dan pelatihan yang diperlukan untuk bekerja secara efektif dengan data.

Mengharapkan karyawan agar bisa bekerja dengan data tanpa memberikan pelatihan yang tepat atau alat yang tepat sama seperti pergi memancing tanpa memiliki pancing, umpan atau jaring — analogi yang lain adalah mengarahkan karyawan menuju laut untuk mencari ikan tetapi mereka tidak mendapat petunjuk bagaimana caranya menangkap ikan.

Berikut ini adalah langkah yang tepat untuk dijalankan, mestinya para profesional bidang pelatihan dan pengembangan siap untuk mengeksekusinya. 

  • Langkah pertama yang penting: Kumpulkan masukan dari karyawan tentang tingkat kenyamanan dan kepercayaan diri mereka berkenaan dengan data yang saat ini mereka dapatkan untuk dikelola dalam tugas kesehariannya.
  • Tanyakan jenis pelatihan, pendidikan, dan sumber daya apa yang mereka perlukan untuk membantu mereka menjadi lebih nyaman dengan data tersebut. 
  • Tentukan data tambahan apa yang mungkin diperlukan oleh karyawan agar bisa melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efektif.

Mengidentifikasi celah yang mungkin ada dapat membantu menentukan strategi dan taktik yang diperlukan untuk meningkatkan rasa percaya diri karyawan dalam penggunaan data untuk mencegah turunnya produktivitas dan kontribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.