Cara menggunakan Restrukturisasi Kognitif (bag 3)

Restrukturisasi kognitif adalah teknik yang dapat mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif. Pada langkah sebelumnya, Anda telah mencatat pemicu situasional dan pikiran serta perasaan. Langkah berikut ini bisa membantu Anda memahami kenyataan di balik reaksi dan perilaku.

Langkah 4: Analisis Bukti.

Misalkan bos Anda memberi umpan balik negatif dan ini memicu pemikiran, “Saya emang bodoh!” Cobalah renungkan secara objektif apakah benar bahwa Anda memang bodoh 100%.

Pada langkah ini, Anda mengidentifikasi fakta berikut:

  • Bos memberi saya beberapa umpan balik negatif hari ini.
  • Bos saya telah memberi saya banyak umpan balik positif sebelumnya.
  • Perusahaan tidak akan mempekerjakan saya jika saya memang bodoh.
  • Kemarin saya menerima pujian dari seorang rekan.

Seperti yang Anda lihat, melalui perenungan Anda mulai mendapat gambaran apakah pikiran negatif itu selalu benar. Dalam hal ini, itu jelas tidak selalu benar. Faktanya, ada lebih banyak kejadian yang mana itu tidak benar, bahkan hanya ada satu kejadian yang mungkin sesuai dengan pemikiran negatif. Anda kini harusnya mulai menyadari bahwa Anda telah memercayai pemikiran irasional yang tidak benar.

Langkah 5: Membingkai Ulang Pikiran Anda

Pada langkah ini, Anda perlu menemukan pemikiran alternatif untuk menggantikan pemikiran negatif Anda. Ini akan membantu Anda mengembangkan cara yang lebih realistis dalam melihat situasi.

Anda mungkin bisa mengganti pikiran negatif, “Saya emang bodoh!”, dengan pemikiran yang lebih realistis, misalnya, “Bos saya memberi saya umpan balik yang membangun, saya harus menggunakan ini sebagai peluang meningkatkan diri.”

Di masa depan, saat pemikiran negatif ini muncul lagi, Anda perlu mengulang langkah ini, memunculkan pemikiran yang lebih realistis.

Langkah 6: Bagaimana Perasaan Anda Sekarang?

Langkah terakhir dari proses ini adalah menilai kembali intensitas perasaan Anda pada skala 1 sampai 10. Hanya kali ini Anda menilai seberapa besar pengaruh pemikiran realistis terhadap kecemasan Anda.

Perhatikan bahwa pikiran yang lebih realistis membuat Anda merasakan kecemasan jauh lebih sedikit daripada pikiran negatif. Ini akan mengurangi intensitas emosi negatif. Anda juga bisa melihat dampak dari perubahan pemikiran Anda.

Memperbaiki kebiasaan mental membutuhkan kerja yang konsisten. Saat mengubah kebiasaan fisik, lebih mudah untuk beradaptasi karena Anda dapat melihat dampak perubahan yang terjadi. Misalnya, ketika Anda berolahraga secara teratur, Anda dapat melihat bahwa Anda dapat berlari lebih jauh. Terkadang tidak mudah untuk mengubah pikiran Anda – proses restrukturisasi kognitif dapat membantu Anda membangun konsistensi.

Ketika Anda secara konsisten mempraktikkan teknik ini, Anda akan melihat pengurangan intensitas kecemasan yang Anda miliki ketika terjadi situasi pemicu pemikiran negattif. Pencapaian positif ini membantu Anda mengenali perubahan yang diberikan oleh restrukturisasi kognitif, dan dengan demikian mendukung perubahan dalam pemikiran Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.