Menggapai Keberhasilan dengan Cepat bag 2

Konsep meraih kesuksesan awal dengan cepat sudah kita bahas pada bagian sebelumnya, namun masih ada beberapa jebakan yang harus diwaspadai, yaitu: 

  • Mengeksekusi terlalu banyak ide. Dengan mencoba menjalankan terlalu banyak ide, bisa-bisa Anda malah gagal mencapai kesuksesan awal dan sebagai akibatnya kredibilitas serta kepercayaan diri akan berkurang. Untuk menghindarinya, pilih dua atau tiga ide yang memberikan manfaat paling banyak dengan risiko paling sedikit dan fokuskan pada ide itu terlebih dahulu. Selanjutnya terserah Anda.
  • Berfokus hanya pada hasil dan mengesampingkan prosesnya. Ketika Anda adalah sosok baru dalam suatu peran, bukan hanya apa yang sudah dicapai yang penting, tetapi juga bagaimana itu dicapai. Misalkan Anda meraih kesuksesan signifikan bagi organisasi dalam sebulan pertama, tetapi dalam prosesnya, Anda mengabaikan peran sebagian besar rekan sejawat. Dalam hal ini, kesuksesan itu akan menjadi bumerang dan kemungkinan besar itu akan merusak kredibilitas Anda.
  • Tidak mempertimbangkan budaya organisasi. Maksudnya di sini adalah menargetkan hasil yang tidak dihargai oleh budaya organisasi. Misalnya menjalankan program penghematan besar-besaran pada berbagai benefit karyawan, sedangkan jajaran manajemen senior justru memperbesar anggaran SDM demi peningkatan kualitas karyawan di organisasi.
  • Berfokus pada keberhasilan yang tidak membangun momentum. Agar terhindar dari jebakan ini, bidang keberhasilan yang dipilih harus membangun momentum kepemimpinan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memilih proyek yang menciptakan hasil positif bagi tim dan atasan. .

Berikut adalah sebuah ilustrasi strategi meraih keberhasilan awal dengan cepat. Untuk kali ini anggapl saja Anda yang menjadi pemeran utamanya.  

Segera setelah memulai peran baru sebagai manajer tim,, ternyata bos Anda memiliki kebiasaan langsung menemui anggota tim Anda dan meminta mereka melakukan tugas-tugas mendesak. Anda mengamati bahwa kebiasaan bos tersebut memiliki beberapa konsekuensi negatif. 

Pertama, ini menambah tekanan ekstra pada anggota tim dan mempersulit mereka untuk memprioritaskan beban kerja tim yang bertambah karenanya. 

Kedua, tugas yang lebih penting tertunda karena fokus pada permintaan terbaru dan keterlambatan itu pada akhirnya membuat bos merasa jengkel.

Sepertinya penerapan pola kerja baru sangat sesuai sebagai program kesuksesan awal yang segera bisa tercapai bagi Anda. Perubahan pola kerja itu adalah semua perintah mendesak dari bos untuk tim harus melalui Anda. Sebagai manajer tim, Anda yang akan mereorganisir tugas.

Mari kita analisa dengan menggunakan semua kriteria:

Mudah mengukur kesuksesan? Ya. 

Indikasinya semua permintaan diarahkan kepada Anda dan tidak lagi melalui anggota tim.

Menambah nilai bagi organisasi? Ya. 

Tingkat stress anggota tim akan berkurang dan item pekerjaan disampaikan sesuai dengan prioritasnya.

Sedikit atau tidak ada pengeluaran modal? ya

Dapatkah semua permasalahan pemangku kepentingan terselesaikan? 

Bagi para anggota tim jelas akan diterima, tetapi mungkin perlu sedikit usaha untuk meyakinkan  bos bahwa itu juga demi kepentingannya.

Kredibilitas dengan atasan? Ya, 

jika berhasil, dapat dirasakan langsung oleh bos dan tim Anda.

Kredibilitas dengan tim? ya

Kredibilitas dengan orang lain? Tidak

Dapat dicapai dalam waktu kurang dari 90 hari? ya

Tim memiliki keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan? ya

Memang, tidak semua pertanyaan terjawab dengan “ya”, tetapi ini masih merupakan ide yang sangat baik untuk dijadikan sebuah keberhasilan awal yang cepat. Yang menarik dari keberhasilan ini adalah dengan membuat atasan dan tim lebih bahagia, Anda akan secara langsung mengalami peningkatan kredibilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.