Teori Motivasi Mayo bag 3

Pada bagian sebelumnya, pembahasan kita sampai pada matrix buatan Mayo yang menunjukkan bagaimana produktivitas berubah dalam situasi keakraban kelompok yang berbeda. Ada kelompok dengan keakraban rendah dengan standar norma yang juga rendah dan ada pula kelompok  dengan keakraban tinggi tapi memiliki norma rendah. Berikut adalah kelanjutannya.

3. Kelompok dengan norma tinggi tetapi kohesivitas rendah

Jenis tim ini dapat memiliki dampak positif tetapi terbatas dalam hal produktivitas. Ini karena setiap anggota tim akan bekerja meraih kesuksesan diri sendiri daripada kesuksesan tim. 

Jika satu anggota tim melakukan sesuatu yang menonjol, itu bagus bagi satu anggota tim itu, atau paling tidak bagus bagi tim itu saja, tetapi itu tidak benar-benar meningkatkan produktivitas tim lainnya.

4. Kelompok dengan norma yang tinggi dan kekompakan yang tinggi

Pada grup seperti ini, tiap-tiap anggotanya saling mendukung agar berhasil bersama. Sehingga tim yang memiliki karakter seperti itu dinilai memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas. Para anggota tim ini secara pribadi memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai keberhasilan individual atau keberhasilan tim. Di dalam tim ini terbentuk suatu jaringan dukungan yang kuat.

Untuk menggunakan teori ini demi meningkatkan produktivitas tim Anda, Anda harus melakukan hal berikut:

1. Komunikasi yang Kuat

Berkomunikasi secara teratur dengan anggota tim Anda. Memberikan umpan balik secara teratur adalah bagian penting dari aplikasi teori ini.

Bagaimana penjelasannya? Karena para pekerja di eksperimen Hawthorn mendapatkan waktu konsultasi dan memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik. Hal Kedua hal itu berdampak pada peningkatan produktivitas.

2. Kerja Kelompok

Tim Anda akan lebih baik bila bekerja sebagai kelompok daripada sebagai sekumpulan individu yang kebetulan bersama. Bilamana tim yang Anda pimpin terlalu besar, lebih baik jika dibagi-bagi lagi dalam kelompok yang lebih kecil.Cobalah untuk menghindari orang yang bekerja secara individu. 

Jika Anda memberikan bonus, jangan hanya berkenaan dengan hasil seperti apa yang sudah dicapai. Akan lebih baik, sertakan pula penghargaan yang berkaitan dengan bagaimana keberhasilan itu dicapai serta kontribusi seperti apa yang sudah diberikan untuk tim. Hal ini akan meningkatkan kekompakan kelompok.

Jika mengacu pada penelitian ini, karyawan Hawthorn sebelumnya tidak bekerja dalam tim, tetapi ketika mereka melakukannya, produktivitas meningkat.

3. Penambahan tingkat Keterlibatan

Cobalah untuk memiliki keterlibatan yang lebih dalam dengan kehidupan setiap anggota tim. Tanyakan bagaimana kabar keluarganya? Tanyakan bagaimana acara liburan keluarganya dan apakah kondisi di rumah baik-baik saja. Di sini Anda mencoba untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara bersikap suportif dan membiarkan orang mempertahankan otonomi mereka.

Mengapa? Karena para pekerja Hawthorn pada penelitian ini menanggapi dengan baik peningkatan perhatian yang mereka terima. Baik kepuasan kerja dan produktivitas mereka meningkat.

Sebuah teori memang tidak pernah lepas dari kekurangan. Kritik utama dari model ini adalah bahwa hal yang berkenaan dengan pembangunan hubungan interpersonal itu dipandang sebagai sesuatu yang manipulatif. Karena membuat perusahaan seolah-olah memperhatikan  kesejahteraan karyawannya. Kenyataannya bisa jadi perusahaan hanya ingin menggenjot produktivitas saja.

Sebagai kesimpulan, Efek Hawthorn menyatakan bahwa produktivitas seseorang akan berubah jadi lebih tinggi ketika ada orang lain yang memperhatikan dia. 

Mayo tidak hanya mengidentifikasi fenomena Efek Hawthorn, dia juga orang pertama yang mengidentifikasi pentingnya elemen psikologis pada terbangunnya motivasi kerja. Dia menyadari bahwa jika Anda memperlakukan seorang karyawan dengan baik, ia akan lebih produktif bagi organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.