Mengenal 15 Jenis Soft Skill Profesional (12)

Keterampilan profesional sering kali disebut sebagai soft skills, yaitu keterampilan yang bisa dimanfaatkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Dalam serangkaian tulisan ini, kami mendefinisikan apa itu keterampilan profesional, membahas beberapa jenis keterampilan lunak, dan menawarkan saran bagaimana cara mengembangkan keterampilan profesional Anda.

Berbicara di depan umum

Jika Anda sering kali memimpin inisiatif di perusahaan, keterampilan berbicara di depan umum dapat membantu karier Anda. Seorang profesional dapat menggunakan keterampilan berbicara di depan umum dalam berbagai situasi, seperti menawarkan pemikiran selama pertemuan, berkontribusi dalam forum diskusi proyek kelompok atau mengkomunikasikan berbagai ide kompleks kepada rekan kerja. Keterampilan berbicara di depan umum dapat membantu Anda dalam mengkomunikasikan pesan Anda secara efektif kepada bermacam orang dengan latar belakang yang beragam.

Kemampuan yang berhubungan dengan public speaking meliputi: Percaya diri, Tenang, Memahami bahasa tubuh, Berjiwa kepemimpinan, Berpikir dan bereaksi terhadap perubahan dengan cepat, Jelas dalam berbicara, Cakap mengendalikan volume suara, Mampu mengorganisir ide, Pandai dalam Artikulasi, Mampu menjaga relasi dengan audiens, dan Terbuka terhadap umpan balik

Secara umum, terdapat beberapa jenis aktifitas berbicara di hadapan publik, yaitu demonstratif, informatif, seremonial, dan intermediasi. Diantara beberapa jenis itu, informatif dalam bentuk presentasi mungkin paling banyak kita lakukan di dunia kerja. Beberapa hal berikut adalah tips agar presentasi Anda semakin baik.

Berlatih. Latihan sangat penting agar Anda lancar berbicara dengan baik. Ini akan melatih Anda menjaga batas waktu dan memungkinkan Anda mencoba berbagai teknik dalam situasi tanpa tekanan. Ini juga membantu Anda mengetahui dan mengingat materi pembicaraan dengan baik. Berlatihlah berdiri dan berbicara agar Anda terbiasa sebelum Anda melakukannya di depan audiens.

Pelajari teknik kontak mata. Lakukan kontak mata dengan audiens untuk membangun koneksi. Tatap wajah anggota kelompok dan jangan takut menatap mata orang, tetapi jangan terlalu lama. Tatap mata penonton selama 3 detik setiap kali. Sesekali tebar pandangan ke seluruh kelompok saat berbicara. Ini juga membantu memahami posisi Anda. Wajah dapat menunjukkan minat, kebingungan, atau kebosanan, sehingga Anda dapat mengukur reaksi audiens terhadap materi pembicaraan.

Pelajari bahasa tubuh yang paling sesuai. Bahasa tubuh juga penting. Berdiri, berjalan atau bergerak dengan gerakan tangan atau ekspresi wajah yang tepat jauh lebih disukai daripada duduk atau berdiri diam dengan kepala tertunduk dan membaca catatan. Gunakan alat bantu audio-visual atau alat peraga yang sesuai untuk meningkatkan pemahaman jika diperlukan.

Belajar dari yang ahli. Cara yang bagus untuk mempelajari apa yang dilakukan pembicara yang baik adalah dengan melihat mereka melakukan presentasi, mencatat teknik apa yang berhasil dan teknik apa yang tidak, kemudian mengadopsi contoh-contoh itu dalam gaya Anda sendiri. Pilih siapa yang menarik bagi Anda – hadiri forumnya dan perhatikan apa yang ia lakukan. Tonton beberapa pembicara dari media online. Mereka berpengalaman melakukan Presentasi berkualitas tinggi dan memberikan beberapa contoh yang bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.