Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan dan Komunikasi (bag 1)

Tanpa harus memperhatikan di mana tingkat kepemimpinan Anda dalam organisasi saat ini, Anda selalu dapat meningkatkan keterampilan komunikasi kepemimpinan. Keterampilan di bawah ini mudah diaplikasikan, membuat Anda terlibat lebih bermakna dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda, dan memperdalam serta memperluas pemahaman Anda tentang masalah yang dihadapi. Dengannya Anda diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih baik. Keahlian ini juga akan membantu Anda terampil melewatii jalannya troses rapat yang sulit ketika kepribadian yang kuat dengan pendapat yang berlawanan berbenturan.

Apa saja keterampilan komunikasi tersebut? Mari kita bahas masing-masing teknik tersebut satu demi satu.

1. Meringkas

Baik saat diskusi empat mata atau rapat tim, ada baiknya untuk meringkas secara teratur. Meringkas setiap 10 hingga 15 menit bisa jadi salah satu kebiasaan yang baik. Dengan meringkas, Anda memastikan bahwa setiap orang memiliki pemahaman yang sama tentang materi yang dibahas dan menghilangkan kemungkinan adanya ambiguitas.

Peringkasan juga membantu menciptakan penanda proses saat diskusi sehingga diskusi dapat berjalan lancar, dan dasar (keputusan yang telah dibuat) tidak perlu ditinjau ulang.

2. Menggunakan Perjanjian

Perjanjian mengikat kita dan dapat digunakan untuk bermacam alasan. Saat Anda melakukan diskusi empat mata dengan seorang anggota tim karena Anda perlu memberi tahu ia untuk melakukan tindakan yang perlu lebih terkoordinir, mengubah perilakunya, atau melakukan pekerjaan yang berbeda, maka di akhir pertemuan pertimbangkan untuk menawarinya semacam perjanjian. “ Misalnya, apakah Anda punya waktu lima menit bagi saya untuk memberi Anda umpan balik yang jujur ​​​​tentang pekerjaan Anda?”

Dengan tawaran perjanjian itu, berarti Anda meminta izin kepadanya untuk memberikan umpan balik yang jujur, yang berarti pula umpan balik itu tidak akan terlalu mengejutkan bagi dirinya. Anda juga memberinya pilihan untuk tidak mendapatkan umpan balik – mungkin pikirannya saat itu sedang berada pada pekerjaan yang mendesak dania benar-benar tidak punya waktu lima menit. Ini bisa pula berarti bahwa meskipun ia mungkin tidak menyukai apa yang Anda katakan, setidaknya itu akan selesai dalam lima menit.

Perjanjian juga dapat digunakan untuk mencapai konsensus. Setelah Anda mendiskusikan suatu masalah secara mendetail dan Anda yakin telah mengambil keputusan, lalu jika Anda bertanya, “apakah semua yang hadir setuju?”, jika seseorang menyatakan pendapat dan argumen yang berbeda, maka mau tidak mau seluruh perdebatan harus dimulai lagi. Pilihan yang relatif lebih baik adalah menggunakan ringkasan yang diikuti dengan perjanjian. Anda bisa meninjau ulang ringkasan – yang dalam hal ini difungsikan sebagai perjanjian – pada titik keputusan terakhir dan bertanya, “Apakah ini keputusan terburuk menurut Anda?” Di sini yang paling penting adalah Anda bertanya kepada orang-orang apakah mereka setuju dengan keputusan tersebut, tetapi Anda melakukannya dengan cara yang membuat mereka berpikir apakah ini adalah sesuatu yang memang layak dipertentangkan.

Poin-poin keterampilan selainnya akan kita bahas dalam artikel berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.