Teori Motivasi Efikasi Diri bag 1

Teori Motivasi Efikasi Diri adalah sebuah cara untuk menjelaskan terbentuknya suatu motivasi. Misalnya, mengapa beberapa anggota tim bekerja dengan keras sedangkan yang lain hanya melakukan pekerjaan minimal sejauh yang bisa mereka dapat kerjakan? Studi menunjukkan bahwa Efikasi Diri adalah prediktor yang baik atas suatu  kinerja.

Sebenarnya apakah Efikasi Diri? Efikasi Diri adalah keyakinan bahwa seseorang mampu mencapai tujuan tertentu atau melakukan tugas tertentu.

Efikasi Diri terkait dengan suatu tugas yang spesifik. Misalnya, jika atasan meminta Anda mengelola sebuah proyek yang relatif sederhana dibanding dengan yang biasa Anda kerjakan, maka Anda akan merasa yakin dengan kemampuan Anda untuk menyelesaikan tugas ini. Tetapi jika atasan meminta Anda mengemudikan sebuah tank tempur, maka Anda pastinya tidak akan merasa percaya diri sama sekali.

Efikasi Diri juga bukan kepercayaan diri yang bersifat umum. Ini tidak sama dengan percaya diri bahwa Anda dapat menjadi lebih baik dalam pekerjaan, percaya bahwa Anda bisa menjadi manajer yang baik atau percaya bahwa Anda memiliki potensi kecerdasan.

Bagaimana Teori Efikasi Diri memandang motivasi seseorang ketika menghadapi suatu tugas? Semakin tinggi Efikasi Diri seseorang, semakin ia akan percaya bahwa ia mampu mencapai target atau menyelesaikan tugas. Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri seseorang, semakin sedikit ia percaya bahwa ia mampu melakukan suatu tugas.

Mengapa Efikasi Diri penting bagi motivasi? Karena seseorang cenderung tidak berusaha sekuat tenaga jika efikasi dirinya rendah terhadap tugas yang ia dapatkan. Sudut pandang lain untuk melihat ini adalah: untuk apa Anda memberikan upaya maksimal jika Anda tidak yakin kalau bisa berhasil menyelesaikan sebuah tugas?

Albert Bandura adalah sosok yang mengembangkan Teori Motivasi Efikasi Diri. Bandura, lahir 1925, adalah seorang psikolog Kanada yang menggambarkan efikasi diri secara rinci dalam bukunya tahun 1997, Self Eficacy: The Exercise of Control.

Bagaimana kita menentukan tingkat Efikasi Diri.

Kita menggunakan empat faktor untuk menentukan tingkat efikasi diri. Setelah itu dengan sendirinya akan berbanding lurus dengan kinerja kita untuk menyelesaikan suatu tugas.

1. Pengalaman

Pengalaman mengacu pada pengalaman masa lalu Anda dalam menyelesaikan tugas serupa. Ini adalah faktor terpenting dalam efikasi diri.

Jika pernah melakukan tugas serupa dengan baik di masa lalu, maka Anda akan lebih percaya diri bahwa Anda dapat menyelesaikan tugas serupa dengan baik di masa depan.

2. Pengalaman yang terWakili

Anda dapat mengembangkan Efikasi Diri yang sifatnya terwakilkan dengan menyaksikan orang lain melakukan sebuah tugas.

Jika Anda melihat seseorang yang mirip dengan Anda melakukan tugas dan berhasil pada tugas itu, maka efikasi diri Anda akan meningkat. Sebaliknya, jika Anda melihat seseorang yang mirip dengan Anda melakukan tugas dan mengalami kegagalan, ini dapat memengaruhi efikasi diri Anda secara negatif.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.