Mengenal 15 Jenis Soft Skill Profesional (10)

Keterampilan profesional sering kali disebut sebagai soft skills, yaitu keterampilan yang bisa dimanfaatkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Dalam serangkaian tulisan ini, kami mendefinisikan apa itu keterampilan profesional, membahas beberapa jenis keterampilan lunak, dan menawarkan saran bagaimana cara mengembangkan keterampilan profesional Anda.

Integritas

Bila Anda dikatakan memiliki integritas, berarti Anda jujur, dapat diandalkan, dan memiliki etika atau prinsip yang kuat. Ketika sebuah perusahaan mempekerjakan seseorang dengan integritas, manajemen secara umum mempercayai orang itu, termasuk percaya bahwa ia dapat menjunjung tinggi nilai-nilai yang dipromosikan oleh perusahaan. Integritas juga berarti kesediaan bertanggung jawab atas segala perilaku dan tindak tanduk.

Beberapa hal berikut berkaitan erat dengan integritas, yaitu: Memiliki prinsip, Jujur, Mampu menjaga kepercayaan, Memahami etika, Loyal, dan Bisa diandalkan

Perilaku menjunjung integritas, baik di skala pribadi atau budaya organisasi, dapat membantu siapapun mencapai tujuannya sekaligus menciptakan tempat kerja yang lebih baik. Jika Anda ingin menumbuhkan integritas di tingkat pribadi atau organisasi, berikut adalah beberapa tips untuk memulainya:

Belajar menghormati pendapat orang lain. Cobalah menghormati pendapat dan ide rekan kerja atau karyawan Anda, bahkan jika Anda tidak setuju. Janganlah serta-merta menolak ide tersebut, cobalah untuk melihat sesuatu dari sudut pandang mereka terlebih dahulu. Anda juga dapat menggunakan filosofi ‘perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan’ – yang telah terbukti efektif – saat menanggapi ide rekan Anda.

Cobalah mengatasi konflik dengan mengedepankan kejujuran ​​dan rasa saling menghormati. Konflik di tempat kerja dapat berubah menjadi situasi yang rumit, bahkan dapat berujung pada pemutusan hubungan kerja, bila tidak dikelola dengan baik. Cara terbaik mengelola konflik adalah berusaha menanggapinya dengan tenang, mengedepankan kejujuran, dan tetap menghormati semua pihak. Pertama, pastikan Anda memahami akar permasalahan suatu konflik. Setelah Anda memahami akar konflik, bawalah atmosfer perasaan ke tingkat yang lebih kondusif, minta maaf bila perlu, dan coba cari solusi. Jika solusi masih belum ditemukan, mintalah bantuan dari rekan kerja, supervisor, atau manajer bila diperlukan.

Biasakan untuk selalu siap bekerja. Datang ke tempat kerja dengan berbagai persiapan, termasuk siap untuk menangani tanggung jawab Anda, sangat penting bagi usaha Anda membangun integritas di tempat kerja. Sesaat sebelum memulai pekerjaan, ambil catatan dan susun perencanaan jadwal Anda untuk hari itu. Apa yang perlu Anda selesaikan sebelum jam kerja Anda berakhir? Dengan siapa Anda perlu berbicara? Setelah Anda menetapkan tujuan untuk hari itu, pastikan Anda telah melengkapi semua perangkat yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kemudian, mulailah mengambil tindakan dan tandai item di daftar tugas Anda, satu per satu selesaikan tugas-tugas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.