Teori Difusi Inovasi (1)

Teori difusi inovasi, yang dirumuskan oleh Everett Rogers pada tahun 1962, adalah model yang menjelaskan bagaimana, mengapa, dan seberapa cepat ide dan teknologi baru menyebar. Teori ini menyatakan bahwa produk baru yang inovatif menyebar di pasaran melalui gelombang penerimaan dari satu kelompok orang ke kelompok lain.

Mengapa teori difusi inovasi berguna? Karena teori ini dapat membantu Anda mempercepat adopsi inovasi yang Anda buat. Caranya dengan memahami strategi terbaik dalam memasarkan inovasi Anda dengan memperhatikan posisinya saat ini pada tingkat difusi.

Apa itu Inovasi?

Inovasi adalah ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh mereka yang mengadopsinya. Inovasi sering juga dipandang sebagai penerapan solusi yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan pasar yang ada, kebutuhan baru, atau kebutuhan yang tidak pernah dimunculkan.

Inovasi bisa sangat luas secara definisi. Ini bisa berupa perubahan perilaku dalam masyarakat, proses baru, produk atau layanan yang baru dan lebih baik.

Perhatikan bahwa produk inovatif membawa perubahan hanya jika ada cukup banyak orang yang siap untuk mengadopsinya. Suatu produk pada dasarnya tidak berguna jika tidak ada yang menggunakannya. Keberhasilan atau kegagalan suatu inovasi, tergantung pada bagaimana inovasi itu digunakan oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat.

Teori Difusi Inovasi

Dalam konteks pembahasan ini, difusi dipahami sebagai proses bagaimana pasar mengadopsi suatu inovasi.

Difusi tergantung pada beberapa elemen; sifat inovasi itu sendiri, komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Tanpa kondisi yang tepat di semua elemen ini, inovasi tidak akan menyebar.

Ketika Anda menciptakan sebuah inovasi, sehebat apapun itu, tidak semua orang akan siap untuk mengadopsinya.

Teori difusi inovasi menunjukkan distribusi pengadopsian suatu inovasi pada beberapa kelompok yang ada di seluruh populasi (atau total pasar yang dapat diraih).

Menurut teori ini, beberapa orang akan lebih siap untuk mengadopsi inovasi baru daripada yang lain. Orang-orang yang pertama kali mengadopsi suatu inovasi disebut kelompok inovator. Kelompok inovator mewakili total hanya 2,5% dari pasar. Kelompok ini adalah orang-orang yang menerima ide-ide baru dan tidak keberatan jika itu belum sempurna.

Orang-orang terakhir yang mengadopsi suatu inovasi disebut sebagai kelompok terbelakang.

Mengapa teori ini penting? Karena dengan memahami di mana produk atau layanan Anda berada pada tingkatan saat ini, dan dengan berfokus pada segmen itu, Anda dapat mempercepat difusi inovasi Anda.

Mari kita kaji tiap-tiap kelompok ini satu demi satu.

1. Kelompok Inovator

Inovator suka merangkul dan mencoba ide-ide baru. Mereka adalah tipe orang yang pertama kali mencoba produk baru, meskipun tidak sempurna.

Karena inovator tidak keberatan jika suatu produk tidak sempurna, mereka mewakili grup yang ideal untuk menguji ide dan purwarupa dari Anda.

Meskipun para inovator adalah penguji yang bagus, mereka cenderung tidak memiliki banyak pengikut sosial dan karenanya tidak mumpuni dalam mempengaruhi orang lain untuk mencoba inovasi Anda. Di sinilah pengadopsi awal dibutuhkan.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.