Pengambilan Keputusan DISCovery

Saat membuat keputusan penting, apakah Anda tipe orang yang cenderung terjun langsung, tipe orang yang pertama kali membuat rencana terperinci, atau tipe orang yang mencoba meminimalkan risiko?

Apapun kecenderungan tipe yang Anda pilih, memahami dilema gaya pengambilan keputusan Anda dari perspektif yang berbeda dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik dengan memperhatikan kekurangan tipe pilihan Anda. Metode sederhana untuk membantu Anda melakukannya adalah teori DISCovery Walk berdasarkan profil kepribadian DISC yang dikembangkan oleh John Geier.

Dapat diduga dari bentukan namanya yang mengandung unsur akronim, konsep kepribadian DISC membagi tipe kepribadian menjadi 4 macam. Berikut adalah penjelasan singkat beberapa tipe atau gaya kepribadian tersebut.

Gaya “Dominance”: seseorang yang memiliki kecenderungan berperilaku mendominasi atau menekan dan tegas.

Gaya “Influence”: orang yang memiliki kecenderungan memanfaatkan pengaruh, memanfaatkan koneksi sosial dan komunikasi verbal.

Gaya “Steadiness”: seseorang yang memiliki kecenderungan bersikap sabar, memiliki kebijaksanaan, dan gigih.

Gaya “Caution”: seseorang yang memiliki kecenderungan memperhatikan segala sesuatu secara detail.

Konsep DISCovery Walk bekerja dengan melihat dilema yang dipermasalahkan saat menentukan pilihan melalui masing-masing perspektif secara bergantian. Cara ini sangat mirip dengan Metode Topi Pemikiran yang juga pernah kami bahas di situs ini. Hanya saja perbedaannya terletak pada jumlah tipe pemikiran yang dilibatkan, yang mana metode topi pemikiran lebih banyak.

Perspektif D (Dominasi)
Saat menguji keputusan yang akan dibuat, ajukan pertanyaan yang menggunakan perspektif-D, seperti apa yang akan Anda lakukan jika Anda tidak ingin gagal? Apa cara tercepat melewati tantangan nyata yang terbentang di depan? Tindakan apa yang harus segera dilakukan?

Perspektif I (Pengaruh)
Saat menguji pilihan-pilihan dari Perspektif-I, ajukan pertanyaan seperti siapa yang saya kenal yang dapat membantu saya dalam hal ini? Apakah ada kemitraan yang bisa dilakukan? Dapatkah Linkedin, Facebook, Twitter, atau situs media sosial lainnya membantu saya dalam hal ini?

Perspektif S (Bijaksana)
Pertanyaan yang diajukan ketika menguji keputusan potensial dari perspectif S antara lain, informasi apa yang saya lewatkan? Apakah saya sepenuhnya memahami opsi yang mungkin? Dapatkah saya mundur jika keputusan ini ternyata merupakan kesalahan? Apakah ada yang saya abaikan?

Perspektif C (Perhatian terhadap Detail)
Saat mempertimbangkan hal-hal dari Perspektif-C, ajukan pertanyaan seperti bagaimana risiko dapat diminimalkan? Apa Plan B saya jika Plan A gagal? Apakah ada cara yang lebih sederhana untuk melakukannya? Hal-hal apa yang mungkin salah?

Setelah Anda menganalisis potensi masalah dari tiap-tiap keputusan dari empat perspektif yang berbeda, Anda akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengambil tindakan. Bahkan jika Anda masih memutuskan tindakan berdasar naluri Anda, Anda masih memiliki keuntungan dari setidaknya mencoba perspektif lain yang sengaja Anda lakukan, bukan semata-mata bertindak secara naluriah.

Keuntungan lain dari metode ini adalah lebih mudah diingat daripada metode topi pemikiran dalam menentukan suatu tindakan, sehingga dapat dengan mudah dilakukan hanya dalam beberapa menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.