Cara Terbaik untuk Menerapkan Filosofi Kaizen dalam Kehidupan Pribadi Anda (3)

Metodologi Kaizen terdiri dari sekumpulan prinsip dengan berbagai variasinya. Prinsip berikut lebih menyoroti filosofi ini dari aspek pertumbuhan dan perkembangan pribadi:

  • Percayai bukti faktual daripada opini subjektif setiap kali Anda membuat keputusan besar.
  • Tanyakan ‘Mengapa’ sebanyak lima kali ketika mengungkap akar gangguan dan masalah sehari-hari.
  • Terkadang solusi ramah anggaran lebih baik daripada pembelian mahal.
  • Buka jalan khusus menuju kesuksesan dengan mempertanyakan status quo.
  • Selesaikan sesuatu dalam satu kesempatan dalam sehari. Jangan sengaja menyisihkan satu urusan yang harusnya bisa terselesaikan hari ini untuk diselesaikan di hari berikutnya.
  • Berkolaborasi dan berkomunikasi dengan orang lain untuk mendapatkan manfaat dari kesuksesan bersama.

Menurut Kaizen, perubahan yang baik menggunakan pendekatan yang lebih organik dan gradual. Itu berasal dari perilaku menghargai inisiatif sederhana dan kontribusi yang selaras.

Lima Cara Menerapkan Kaizen ke Kehidupan Sehari-hari

Anda dapat menyesuaikan sepuluh prinsip Kaizen sesuai dengan kehidupan Anda. Ketika Anda berhasil, Anda akan mendapatkan wawasan unik tentang bagaimana dinamika keluarga, lingkaran pertemanan, dan lingkungan profesional di mana Anda berada. Tetapi terdapat hal yang perlu Anda ingat, yaitu Anda akan melewatkan manfaat dari pelajaran ini jika Anda menghabiskan setiap hari dengan terlalu mengejar jadwal dan terlalu memaksakan penyelesaian tugas.

Banyak perusahaan mengadopsi filosofi Kaizen dengan mengikuti Sistem 5S yang mencontoh dari Sistem Produksi Toyota. Walaupun banyak digunakan oleh organisasi, sistem ini bisa kita terapkan pada diri sendiri sebagai seorang individu.

Adapun 5S adalah singkatan dari:

Seiri: Urutkan dan Hilangkan

Menurut Prinsip Pareto, ‘80% produksi dihasilkan dari 20% upaya’. Filosofi Kaizen mendorong kita untuk menggunakan strategi yang sama ketika membahas penghapusan ‘pemborosan.’ Anda dapat melakukan ini dengan mengidentifikasi tugas-tugas yang sia-sia dan tugas-tugas yang memakan waktu dalam rutinitas harian.

Anda dapat melacak urutan aktifitas yang Anda lakukan. Pertanyakan efektifitas dan nilai tambah yang dimiliki aktifitas tersebut satu demi satu.Setelah Anda mengenali tugas-tugas yang paling tidak efektif, gantilah dengan aktifitas yang lebih bermakna.

Contoh ketika masa-masa awal pandemi mulai merebak, kita sering kali terjebak menyibukkan diri berselancar mencari kabar terbaru terkait penyebaran wabah – yang mana berita-berita itu bannyak memuat berita kematian, ketakutan masyarakat, dan berbagai spekulasi tentang penularan dan pengobatan wabah itu. Karena aktifitas itu, kita membuang-buang waktu berharga demi ‘menumbuhkan kecemasan yang berlebihan’ alih-alih berfokus pada sesuatu yang produktif. Akan lebih baik jika menggunakan waktu yang sama untuk berolah raga atau membaca artikel yang berhubungan dengan pekerjaan, misalnya.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.