Kepemimpinan Lintas Budaya (5)

Pada bagian-bagian sebelumnya kita telah menyelami pengertian, variabel, dan nilai penting kepemimpinan lintas-budaya bagi organisasi. Berikut kami coba paparkan beberapa kualitas yang mendukung gaya kepemimpinan lintas-budaya.

Kualitas yang Diperlukan oleh Pemimpin Lintas-Budaya.

Orang biasa sekalipun bisa menjadi seorang Pemimpin Lintas-Budaya yang luar biasa bila mengikuti 10 kualitas emas yang tertulis berikut ini.

Non-Asertif: Hal ini dipraktikkan saat seorang pemimpin memberikan pendekatan yang bersahabat dalam memutuskan sesuatu berdasarkan fakta, potongan informasi, dan ide lain yang diungkapkan oleh sekelompok orang saat mereka berdiskusi bersama dan mencoba membuat keputusan. Pemimpin seharusnya tidak dengan sengaja memanggil orang-orangnya untuk mengikuti aturan versinya tanpa ada opsi lain. Ini tentang kesediaan mengundang semua sudut pandang orang-orang di sekitar dan mencampurkan pandangan pemimpin tentang suatu hal.

Memberi dukungan: Pemimpin yang baik harusnya mendukung tim yang baik pula. Tetapi jika tim mengarah menjadi beberapa bagian atau kelompok dengan beberapa perbedaan budaya, dukungan Anda harus menjangkau seluruh populasi, sehingga membuat mereka bersedia dibimbing dan dengan demikian memotivasi mereka dalam berbagai aspek multi-dimensi. Begitulah cara agar pengikut Anda berubah menjadi bersemangat dan semakin yakin untuk mempercayai Anda.

Mampu Berkomunikasi dengan Baik: Solusi terbesar saat menghadapi ketidakpastian adalah komunikasi antara kelompok pencari sumber masalah dan kelompok pencari solusi. Sejumlah besar komunikasi harus diarahkan untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang paling sulit. Di saat seperti ini pemimpin harus dengan sepenuh hati mampu berkomunikasi tanpa kenal lelah dengan orang-orang yang membutuhkan solusi dan mencoba untuk menjelajahi semua sudut pandang atas permasalahan yang umum dialami oleh semua orang.

Pendengar yang Baik: Pemimpin memang tidak mungkin menyesuaikan gaya memimpinnya dengan semua bentuk kebiasaan yang ada di masyarakat, tapi ia harus memiliki keterampilan mendengar yang baik ketika orang-orang yang dipimpinnya menyuarakan kebutuhan mereka dalam bentuk kebiasaan yang memiliki latar budaya yang berbeda-beda. Beberapa cara yang unik dalam menyampaikan pendapat terbentuk secara naluriah, dan itu adalah bagian dari keunikan budaya dan kepribadian.Anda tidak dapat menyalahkan realita adanya lebih dari 180 negara dan 7000+ bahasa yang digunakan orang. Adalah tanggung jawab Anda untuk mulai mengembangkan minat belajar memahami sudut pandang budaya lain agar bisa memberikan jawaban yang dibutuhkan oleh orang-orang yang Anda pimpin.

Menjadi Mentor: Menjadi mentor berbeda dengan melatih orang. Kualitas pendampingan jenis ini mengandung cara pendekatan yang khas terhadap kelompok orang yang berbeda untuk bisa memahami setiap poin kekurangan yang belum ditemukan jawabannya. Ini adalah kemampuan serbaguna untuk membimbing para bawahan dengan benar, dengan terfokus pada jalur profesional dan jalur pribadi mereka. Seorang pemimpin harus merancang beberapa program mentoring yang membantu orang-orang dibawahnya untuk membentuk masa depan mereka.

Membangun Kepercayaan: Ini adalah kualitas penting yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin lintas budaya. Karena inilah percakapan biasa bisa berubah menjadi hubungan yang lebih berkualitas, dan orang-orang mulai mempercayai Anda sebagai pemberi solusi bagi mereka yang umumnya dibesarkan di masyarakat yang berbeda latar dengan Anda. Pada satu titik kepercayaan harus ditingkatkan, sehingga Anda dapat dengan mudah memvalidasi pandangan dan ide bersama yang sesuai dengan kebutuhan berbagai budaya di kelompok Anda untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi kelompok. Pemimpin harus memastikan bahwa tahap transformasi kepercayaan terjadi semenjak titik awal hingga terbentuk hubungan yang berkualitas.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.