Kepemimpinan yang Melayani (6)

Berikut adalah lanjutan dari pembahasan tentang prinsip kepemimpinan yang melayani — serta bagaimana menerapkannya dalam keseharian yang akan meningkatkan kualitas kepemimpinan Anda.

Melayani dengan kerendahan hati

Kebanggaan yang berlebihan merupakan racun bagi tim dan menjauhkan orang-orang yang nantinya akan Anda butuhkan. Kerendahan hati bukanlah penghinaan diri atau terlalu memandang kekurangan diri, melainkan perhatian dan kepedulian yang disengaja terhadap dunia di sekitar Anda.

Kesombongan pada seorang pemimpin dapat membuat ia sulit didekati, terkesan suka merendahkan, dan sok sempurna. Keengganan mengakui kesalahan akan membuat tim Anda juga takut mengakui kesalahan. Tanpa kejujuran semacam ini, kepemimpinan Anda dengan cepat menjadi terhambat.

Mereka yang bekerja untuk pemimpin seperti itu akan enggan bertumbuh dan mencoba hal -hal baru, karena takut terlihat membuat kesalahan. Pemimpin seperti itu juga dapat menjadi buta terhadap kekurangan atau peluang pertumbuhan. Ini menjadi model negatif bagi anggota tim, dengan semua orang berpegang erat pada asumsi dan cara lama dalam melakukan sesuatu. Tanpa kerendahan hati, setiap nilai kepemimpinan yang sebelumnya jadi terhambat.

Terlalu mudah bagi posisi kepemimpinan untuk tidak merasa bahwa dirinya telah berada di menara gading, terlalu jauh dari kebutuhan dan kebijaksanaan tim yang lebih luas. Dibutuhkan tindakan yang disengaja untuk memberi sinyal kepada tim bahwa Anda tidak terlalu jauh di puncak, atau terlalu diistimewakan oleh tim.

Kapan terakhir kali Anda membersihkan cangkir kopi Anda sendiri? Mencari sendiri dokumen yang Anda butuhkan? Mampir ke meja seseorang hanya untuk sekadar mengobrol? Hal -hal kecil seperti ini membantu Anda tetap mudah didekati sehingga pengaruh Anda dapat terus tumbuh.

Bagaimana melayani dengan kerendahan hati

Tanamkanlah ide bahwa setiap pemimpin selalu memiliki kekurangan untuk diperbaiki, termasuk diri Anda sendiri.

Seringlah bertanya pada orang lain tentang bagaimana kabarnya dan jangan pernah berhenti mengevaluasi kinerja Anda.

Cari tugas sederhana yang sesekali dapat Anda lakukan dan peluang untuk mengakrabkan diri dengan orang lain yang menunjukkan bahwa Anda benar -benar mudah didekati.

Pro dan Kontra

Para pendukung kepemimpinan yang melayani berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ini membawa keunggulan selain membangun hubungan karyawan yang etis. Karyawan yang diperlakukan dengan hormat lebih cenderung setia kepada organisasi, memberikan layanan yang unggul kepada pelanggan organisasi dan memiliki keinginan maju dengan ide dan inovasi.

Pendekatan kepemimpinan yang melayani menjadi terasa semakin dibutuhkan ketika perusahaan berupaya melakukan pemerataan di organisasi, memberdayakan karyawan dan tim untuk membuat keputusan dalam upaya mengikuti lingkungan bisnis yang bergerak cepat. Dalam struktur tim, para pemimpin ada untuk memberi dukungan, melakukan penelitian, menyediakan kebutuhan, dan bahkan menjalankan tugas.

Tetapi kepemimpinan yang melayani juga dapat menyebabkan masalah. Praktik ini dapat mengecilkan otoritas para pemimpin, meremehkan bantuan dan saran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan. Selain itu, seorang pemimpin yang selalu ada untuk membantu karyawan dapat benar -benar menurunkan motivasi karyawan untuk memecahkan masalah sendiri, dengan cara yang sama seperti orang tua yang terlalu campur tangan terhadap urusan anaknya yang dapat melumpuhkan kedewasaan anak itu. Bagaimanapun, sebagian besar pakar manajemen sepakat bahwa kepemimpinan pelayan bukanlah pendekatan jangka pendek dan membutuhkan waktu untuk menggapai kesuksesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.