Mengenal 15 Jenis Soft Skill Profesional (6)

Keterampilan profesional sering kali disebut sebagai soft skills, yaitu keterampilan yang bisa dimanfaatkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Dalam serangkaian tulisan ini, kami mendefinisikan apa itu keterampilan profesional, membahas beberapa jenis keterampilan lunak, dan menawarkan saran bagaimana cara mengembangkan keterampilan profesional Anda.

Komunikasi

Dalam lingkungan pekerjaan, para karyawan menggunakan berbagai metode komunikasi seperti percakapan langsung, rapat, email, sistem pesan instan, dan panggilan telepon. Orang yang memiliki keterampilan dalam hal komunikasi mengerti bagaimana cara menyampaikan informasi dengan efisien, melakukan pertukaran pikiran, dan memperhatikan pesan dari orang lain. Keterampilan komunikasi biasanya berkenaan dengan kata-kata tertulis atau verbal, tetapi mungkin juga melibatkan interpretasi bahasa tubuh. Seorang profesional dengan kemampuan komunikasi yang baik juga mahir mengelola situasi sosial yang menantang, seperti melakukan negosiasi atau mengusahakan kompromi.

Keterampilan yang berhubungan dengan komunikasi diantaranya: Resolusi konflik, Etiket, Melakukan pembelaan, Membangun jaringan, Korespondensi bisnis, Pelayanan pelanggan, Mediasi, Menjelaskan pemikiran di balik keputusan, Keramahan, Menyampaikan klarifikasi, Mendengarkan secara aktif, Perundingan, dan Menggunakan gaya bahasa yang efisien

Terdapat beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi:

Belajar mendengarkan. Orang ingin tahu bahwa mereka didengar. Dengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikatakan orang lain sebelum Anda merumuskan tanggapan. Mintalah klarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman. Anggaplah orang yang berbicara kepada Anda saat itu sebagai orang yang paling penting dalam hidup Anda. Lakukanlah percakapan satu per satu. Maksudnya adalah jika Anda berbicara dengan seseorang di telepon, jangan membalas email, atau mengirim SMS pada saat yang bersamaan.

Ingatlah, dengan siapa Anda berkomunikasi. Tidak mengapa bila menggunakan singkatan dan bahasa gaul saat Anda berkomunikasi dengan seorang teman, tetapi jika Anda mengirim email atau SMS kepada manajer Anda, bahasa informal atau singkatan-singkatan absurd jangan sampai ada dalam pesan Anda. Anda tidak bisa berasumsi bahwa orang lain pasti tahu arti akronim Anda.

Belajarlah bahasa tubuh. Misalnya, pastikan Anda terlihat mudah diakses saat berbicara, jadi gunakan bahasa tubuh yang memunculkan kesan terbuka. Anda jangan sampai menyilangkan tangan. Pertahankan kontak mata agar orang lain tahu bahwa Anda memperhatikan lawan bicara.

Mempelajari cara berkomunikasi singkat dan spesifik. Ini baik untuk komunikasi tertulis dan verbal. Dengan kemahiran ini, Anda akan terampil memberikan pemahaman kepada orang lain hanya dengan menyampaikan informasi secukupnya. Dengan latihan yang cukup, Anda tidak akan terkesan suka mengoceh, atau memberikan terlalu banyak informasi.

Biasakan berpikir sebelum berbicara. Biasakan sejenak memikirkan apa yang akan Anda sampaikan, jangan terlalu spontan mengungkapkan isi pikiran Anda. Luangkan sejenak waktu memikirkan yang akan Anda sampaikan dan bagaimana Anda menyampaikannya. Kebiasaan ini akan menghindarkan Anda dari rasa malu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.